Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh

new1a

Artikel ini merupakan kisah nyata dari ikhwan di Bawen (Ungaran - Semarang) yang diambil dari salah satu blog (http://mantanjt.blogspot.com/2009/02/pengakuan-mantan-jamaah-tabligh.html)

Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh

Ini adalah sebuah kisah nyata yang ana alami sendiri bersama Jamaah Tabligh selama 6 tahun, dulu ana merupakan salah satu pengikut dan pembela mati2an Jamaah Tabligh, sebuah jamaah baru dari india yg didirikan oleh syaikh Maulana Ilyas Al kandahlawi bersama teman dan keluarganya.yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Jamaah Tabligh memang sangat handal dalam mempengaruhi orang2 awam, kyai, ustadz, dan tentu dalam tanda petik “tidak semua”. mereka dulu sangat menyejukkan hati dan pikiran ana, namun setelah ana masuk lebih dalam secara kritis ternyata ana temukan penyimpangan2 yg luar biasa. sebenarnya ana sudah merasakan ketidak beresan dengan jamaah ini, 3 tahun setelah ana ikut dengan aktifitas mereka, namun ana coba utk berhusnudzon kepada mereka, karena mereka juga mengamalkan sunnah, dan mendakwahkan sunnah ( sunnah2 tertentu yg lazim, itupun sudah terkotori oleh bid’ah ).

Mengapa saya Keluar dari JT…???

Ini berawal ketika ana berinteraksi dengan empat manhaj ( manhaj tabligh, manhaj NU , manhaj ikhwani/hizbi dan manhaj Salaf),keberadaan ana dalam interaksi ketat antara keempat manhaj inilah yg membuat ana terpacu utk mencari kebenaran yg lebih rojih diantara 4 itu, silih berganti ana masuk kepada keempatnya, karena ana sejak dulu berkeyakinan, kebenaran hanya satu, dan golongan yg selamat pasti hanya satu (berdalil dari hadits iftiroqul ummah), dan ana harus mencari satu kebenaran itu, satu golongan itu… Ibaratnya ana seperti musafir yg mencari satu berlian yg langka di zaman ini. di NU ana dilahirkan dan dibesarkan, keluarga ana dari umi dan abah adalah NU tulen dari generasi ke generasi, saya sangat terwarnai pada waktu itu, Namun al-Hamdulillah meskipun demikian, saya berangkat dari pemikiran NU yg hanif, dimana abah tidak mau bertaklid dengan ke NU an meskipun beliau berpemahaman NU (asy’ariyah), beliau menolak sufiyah, dan tabaruk di kuburan. al-Hamdulillah sejak awal ana sudah ber basic seperti ini. Walaupun pemahaman abah sedemikian itu, namun ana juga pernah ziarah kekuburan wali (yg dianggap wali oleh mereka), namun ana langsung timbul pertanyaan, masa orang yg sudah meninggal bisa ngasih bantuan, menghubungkan dengan Alloh? Itu yg langsung terbesit dari benak ana. sampai pada titik klimaksnya ana kenal dengan Ikhwanul Muslimin di sekolah SMA ana dulu, Dan mulailah perbandingan pemahaman ana lakukan, melalui dialog dengan mereka dan berdiskusi dengan mereka, dan tibalah pada klimaksnya ana berittikad utk keluar dari keyakinan NU dan beralih pada pemahaman Ikhwanul Muslimin yg pada waktu itu mendirikan PK (Partai Keadilan), mulailah ana dengan interaksi, aktfitas PK ana sering ikuti, mulai dari kajian liqo’ sampai turun kejalan utk kampanye, setelah ana mengenal PK lebih jauh, ana berfikir kenapa begitu militan sekali mereka ini, sampai bikin sistem partai, padahal secara logika umat islam akan semakin terkotak2, maka dari sinilah ana mengenal jamaah tabligh di masjid kampung ana.

Dan melaui diskusi panjang lebar otomatis dengan basic pemahaman ikhwani dan NU yg masih merwarnai ana, sampai titik akhir ana merasa kalah dengan bujukan JT, pada waktu itu ana melihat JT lebih simpel, sifatnya menyatukan umat baik dari NU, Muhammadiyah, dll bisa masuk tanpa susah payah…inilah yg membuat ana tertarik pada JT. dan disinilah ana berlama2 sampai 6 tahun bergabung dengan mereka… suatu hari ana keluar 3 hari dengan karkun di daerah bawen bersama Orang tua halaqoh Bawen (Ungaran-Semarang) saat itu ana sudah bergabung selama 3 tahun dengan JT, dan ana sudah menikah, ana mencari kontrakan rumah dan ana di tawari di rumah karkun juga yg sudah belasan tahun ikut JT bahkan sudah pernah ke IP (IP = India-Pakistan, pada waktu itu tertib khuruj belum sampai ke Bangladesh tapi ke India dan Pakistan, sekarang ada tertib keluar 4 bulan IPB, India, Pakistan dan Bangladesh), ana putuskan mengajak istri ana tinggal di rumah karkun itu, dan alangkah terkejutnya ana ketika ana, ketika karkun pemilik rumah itu menyodorkan secarik kertas yg berisi amalan wirid agar di baca sebelum mendiami rumahnya. amalan itu adalah membaca Allohumma anzilni mubarokan wa anta khoirun munzilin sebanyak 4444 kali, tentu ana terima saja walaupun keyakinan ana berseberangan dengan dia, bahkan ana tidak mengamalkan amalan tersebut setelahnya, dan semakin terkejut lagi ketika di rumahnya yg super besar itu terdapat rajah2, jimat, hizib dan tulisan2 tanpa terbaca di setiap pintu, jendela, dan kamar yg intinya sebagai tolak kebakaran, tolak maling, tolak jin dll. istighfar ana tak habis2 saat itu, dan lebih anehnya lagi ketika itu ana sampaikan pada senior lain mereka justru tersenyum dan berkata… “satu hati saja…ga masalah”, dari sinilah ana mulai ragu… dan ana sampaikan pada teman2 karkun sehingga merekapun menyuruh ana keluar lebih lama yaitu 40 hari, dan akhirnya terwujud di jogja. Ana bergabung dengan beberapa karkun senior yg beristri wanita salafy ( murid Ja’far Umar Tholib) yg menjadi dosen di UAD jogja, dari sana ana yakin bahwa JT lebih bagus dari salafy, buktinya istri karkun itu seorang salafy, pada waktu itu ana terus bertanya2, kok bisa ya??? Padahal salafy kan kuat2 dalam berdalil dan menyesatkan JT, (pada waktu itu ana juga sudah kenal Laskar Jihad Ja’far Umar Tholib) dan juga sering berdebat dengan mereka dalam masalah agama dan membela JT, semua yg dituduhkan JT kepada salafy ana koreksi dan telusuri kebenarannya. Demikian juga dengan tuduhan salafy pada JT juga ana telusuri kebenarannya, saat ana dapat selebaran fatwa sesat JT dari ulama timur tengah, ana langsung ambil bantahan dari buku yg juga merupakan bantahan dari JT atas fatwa tersebut, yaitu sebuah buku karangan Abdul Kholiq Pirzada dari Mesir yg diterjemahkan oleh Ust. Masrohan Ahmad dari semarang (ust.JT) yg berjudul ” MAULANA ILYAS DIANTARA PENENTANG DAN PARA PENGIKUTNYA” (sekarang buku itu masih ada) berisi tentang fatwa terbaru dari ulama kibar timur tengah, disana juga disertakan ulama2 penentang dan pendukungnya, ana tidak merasa puas dengan buku itu karena masih rancu dan simpang siur, maka ana tanya kepada salah satu salafy, namanya Abu Umar Cilacap (semoga Alloh memberkahi kehidupannya) dari beliau ana belajar tentang manhaj salaf, belajar tauhid, belajar hadits shohih dan belajar tentang Iftiroqul Ummah, termasuk belajar amalan2 sunnah dan mengenali bid’ah. ketika ana sampai pada masalah bid’ah dan sunnah/ tentang manhaj 4 imam, luar biasa detailnya pembahasan ilmu ini sehingga dibutuhkan kematangan akidah, kelurusan akidah dan pelepasan baju fanatik golongan, ana pada waktu itu terus membuktikan ilmu yg ana dapatkan pada kajian salaf, kepada aktifitas JT selama ini dan ana mulai ragu dan ragu, semakina lama ana keluar khuruj dengan JT, semakin terbukti apa yg ada dalam ilmu salaf itu… bahkan ana sering ngajak karkun ngaji salaf dan banyak dari mereka menolaknya, dengan congkak mereka berkata “saya tidak mau ngaji salaf karena bikin orang suka hujat dan membid’ahkan” diantara mereka juga ada yg ngaji salaf namun berada pada kondisi seperti saya..yaitu ragu2 terhadap JT,

Suatu hari ana berdebat dengan seorang amir tentang masalah penyamaan Rosululloh dengan kodok, dan ana terkejut ketika mereka bilang yg penting niatnya bagus, berikut nukilan tulisan ana atas kejengkelan ana pada penyamaan itu yg juga ana tulis di comment blog JT dan salafi :

“Ana punya banyak pengalaman di JT yg sangat membuat saya naik darah dan naik pitam, walaupun ana dulu belum keluar dari JT, yaitu ketika amir shof bayan maghrib amir itu menyamakan Nabi Shollallohu’alaihi wasallam dengan kodok (na’udzubillah) mereka bilang” Nabi muhammad ibarat kodok yg hidup pada dua alam yg memperingatkan ikan2 agar tidak mau terpancing kail manusia ( keduniaan), begitu juga Nabi juga memperingatkan manusia karena ia pernah melihat neraka dan syurga,sekaligus hidup didunia bercakap dengan manusia memberi nasehat pada manusia yg lain.” alangkah murkanya saya ketika amir itu setelah ana luruskan malah bilang yg penting niatnya baik, dia bilang innamal a’malu biniyyat” bahkan saya dituduh membuat tidak satu hatinya jamaah yg ikut khurj karena mendebat amir. ini pengalaman ana ketika ana khurj di wilayah ungaran jawa tengah.

Orang tua halaqoh Bawen (senior tabligh di Bawen Ungaran-Semarang), pernah memberi ana amalan membaca Allohumma anzilni munzalan mubarokan wanta khoirul munzilin sebanyak 4444, karena ana baru mau menempati rumah kontrakan miliknya. dan ana juga mendapati di jendela2 pintu2, ada azimat dan rajah/hizib serta macam2 lafadz tak terbaca yg katanya untuk tolak balak. ini ana alami sendiri, jadi jika mereka menyangkal mereka tidak melakukan kebid’ahan dan kesyirikan dan bahkan pernah ngaku bukan sufi, itu karena mereka tidak tahu menahu dengan JT itu sendiri. bagaimana mungkin Jamaah yg mengaku menghidupkan sunnah mengajarkan wirid bid’ah, amalan kencing berdehem dan berjingkat, menjilati jari ala mereka dengan membaca doa tertentu setelah makan, katanya supaya tangannya bisa kuat saaat menghadapi lawan (pukulan brojo musti) ini ana dengar dan ana alami sendiri bahkan ana dulu ikut mendakwahkannya.

Ketika ditanya ilmu jawabanya ngawur

*Ana pernah bertanya pada mereka tentang islam, maka mereka menjawab Islam itu : syariat, hakikat,ma’rifat. (sama dengan kitab buathil al hikam sufiyah) dan bahkan dalam takrir yg diulang ulang dalam tertib dan buku panduan tabligh mereka mengatakan ahli thoriqoh (sufi) bagi mereka adalah termasuk tiang / pilar agama islam yg jika tidak ada maka akan robohlah Islam (na’udzubillah). Nah anehnya ketika saya tanyakan apakah mereka sufiyah mereka bilang tidak, kami hanya belajar dari thoriqohnya sufi (bingung kan?) dilain tempat ana tanya karkun jogja, apa antum tau bahwa kita harus menghormati orang sufi, mereka menjawab saya bukan sufi tapi orang Islam. Tidak ada kaidah yg baku karena mereka berkata tanpa kesatuan hati dan fikir sebagaimana yg mereka gembar gemborkan, kalaulah dia sehati dan sefikir itu apabila dalam tertib2 tabligh aja sedangkan masalah tauhid mereka menyerahkan pada masing2 yg diyakininya, ini kan repot dan bahaya…ya ana langsung mengadakan studi kritis dengan keluar 4o hari dan hasilnya ana semakin kuat untuk segera keluar dari JT, dan sampai sekarang ana sudah bertaubat dari pemikiran dan aktifitas JT (ini saya nukil dari perjalanan kisah saya bersama JT)”

Demikianlah ya ikhwah setetes dari lautan pengalaman ana di Jama’aah Tabligh, semoga bisa menjadi pintu hidayah (setelah rahmat Alloh SWT) bagi kita semua untuk mengenal manhaj Salaf yang mulia dan Istiqomah diatas manhaj Salaf ini sampai ajal menjemput.. Amiiin

53 Responses to “Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh”

  1. abu aulia Says:

    Mana suara kalian wahai pembela JT, mana???
    Semoga Allah membuka pintu hidayahnya kepada antum semua setelah membaca perjalanan seorang yg Allah Azza wa Jalla memberinya hidayah
    Ini bukti nyata tentang “KHURUJ”nya seorang pengikut JT dari jemaahnya. Semoga beliau dimatikan oleh Allah Tabaraka wa Taala dalam keadaan demikian
    Amin amin ya Rabbal ‘Alamin.

    abu salafy 01>>
    Iya, semoga pintu hidayah-NYA terbuka untuk antum semua.
    Barakallahufiik

  2. Hamdan Says:

    Kalau Cerita Mantan Salafy yang hijrah ke JT ada apa tidak ya?

    abu salafy 01>>

    Hijrah?? emangnya ada hijrah setelah Rasulullah hijrah???
    Nampak kebodohannya!!

  3. abdurrahman kreo Says:

    Bismillah. alhamdulillah ana dulu juga jamaah tabligh,sekarang demi Allah ana juga sudah tobat.dan ikut kajian di BNI 46 &Masjid garuda cipondoh.

    abu salafy 01

    Samoga antum dan ana serta semua ikhwan wa akhwat yg telah mendapat hidayah-NYA menggenggam erat2 hidayah tersebut, menggigit dengan geraham-geraham kita, walau haus dan lapar menyergap kita, sampai akhirnya maut menjemput kita, DAN KITA TETAP DALAM KEADAAN DEMIKIAN!!!

  4. Salafy tobat Says:

    Penilaian yang sangat subjectif, kalau ketika meneliti orang salaf banyak juga yg ilmunya kurang dan bodoh ato ikutan. Inilah kelompok oprang yg cngkak dan sombong dengan ilmu. menilai jamaah berdasarkan orang… Orang salafy analisator rendahan dan sering peragu…makanya saya tobat dari mengikuti orang salafy

  5. Ibnu 'abdullah alpasundani Says:

    Berkah Allah Alhamdulillah setelah mengenal dakwah salafiyah terbukalah mata hati hingga bisa memahami kebobrokan firqoh seperti JT ini ataupun IM yg sempat ana terjerumus kedalamnya dan hampir menyeret ke faham khawarijnya MMI..!!

    abu salafy 01>>

    الحمد لله semoga antum dan ana serta semua manusia yg telah mendapat hidayah agar diberi kekuatan oleh الله تعالى untuk tetap istiqamah mempertahankan hidayah tersebut dengan mempelajari agama yg haq dan murni, kepada ‘Ulama’-'ulama’ yg telah jelas keilmuannya, kokoh dalam manhajnya, zuhud terhadap dunia…. Amiin

  6. ilyas Says:

    assalamualaikum…

    mavv sebelum’y…
    saya cuma anak umur 18 th yg gag tau apa2….
    yg jelaz saya liat blog ini ,,,saya langsung NANGIS…!!!!
    yg ada di dalam otak saya “kenapa islam jadi pecah belah”!??

    sekarang antum “abu salafy01″ antum mengaku penuntut ilmu…
    apa antum mampu untuk menyatukan umat dengan ilmu yg antum pelajari..
    bukan’y saya mau membagus2kan JT..

    tapi saya liat dengan mata saya sendiri,,,kalo JT ntu mengajak orang2 untuk salat berjamaah di masjid..dengan mendatangi umat dari pintu ke pintu…
    tanpa imbalan,gag minta uang,,

    apakah mengajak orang salat berjamaah di masjid itu sesat seperti yg antum katakan!?

    dan yg di lakukan JT itu lebih efesien,krn mereka terjun ke masyarakat langsung..

    dan satu lagi,,,

    saya minta maaf bgt sebelum’y sama org2 salafy,,
    sy gag niat menjelek2an kalian..

    tapi ini hal yg saya alami sendiri,,,
    saya bertemu dengan orang salafy..

    saya liat dia waktu salat gag pake penutup kepala/peci..
    bukan’y pake peci sunah!?

    saya pernah denger ulama bicara..
    “gunakan satu mata mu utk melihat kebaikan orang lain..
    dan satu lagi untuk melihat keburukan mu”

    sekarang menurut saya antum melihat hanya keburukan JT saja,,,
    antum gag liat kebaikan’y!?
    apa antum merasa lebih baik dari JT…!?

    saya bukan JT,bukan juga salafy…

    tolong di jawab pak “abu salafy01″
    saya minta maaf kalo ada salah ngomong ,sya cuma anak umur 18th yg gag tau apa2…

    wassalamualaikum..

    abu salafy 01>>

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    Kenapa harus nangis ilyas? Coba baca hadits ini:

    “Yahudi terpecah menjadi 71 golongan dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, DAN UMMATKU AKAN TERPECAH MENJADI 73 GOLONGAN, semuanya berada di neraka kecuali satu.” Sahabat bertanya: “Siapa mereka (yg 1 glongan itu) wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka berada pada apa yang aku dan sahabatku berada pada hari ini.” [HR Tirmidzi dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 5218]

    Lihatlah Junjungan kita sudah memberitakan 1400 tahun yg lalu bahwa ummat ini akan terpecah-belah!!! Maka carilah olehmu ustadz yg akan membawamu menempuh jalan yg selamat itu dengan membuka jadwal kajian2 mereka di http://salafy.or.id

    Bukan masalah mengajak shalat ke masjid yg kami ingkari, itu baik, tapi cara2 mereka beribadah pd ALLAH lah yg tdk sesuai dngn tuntunan rasulullah, padahal beliau bersabda pada Khutbatul Hajjah:

    إن الحمد لله نحمده، ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادى له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله.

    يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون. آل عمران (102)

    يا أيها الناس اتقوا ربكم الذي خلقكم من نفسٍ واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالاً كثيراً ونساءً واتقوا الله الذي تساءلون به والأرحام إن الله كان عليكم رقيبا . النساء (1)

    يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وقولوا قولاً سديداً يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزاً عظيماً الأحزاب (70-71)

    أما بعد : فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة فى النار

    Segala puji hanya milik Allah, kami memuji meminta pertolongan dan ampunan-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami, dan keburukan amal-amal kami.
    Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa yang disesatkan Allah, maka tak ada yang dapat memberinya petunjuk.
    Saya bersaksi, tiada zat yang berhak disembah selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi , Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.

    Firman-Nya:
    “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati melainkan dalam beragama Islam.” (QS Ali Imran: 102)

    “Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rab-mu, yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari keduanya Allah mengembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah menjaga dan mengawasimu.”(QS an-Nisa’: 1)

    “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan berkatalah dengan perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu, dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya dia telah mendapat kemenangan yang besar”(QS al-Ahzab: 70-71)

    Amma ba’d:
    Sesungguhnya sebenar-benar pembicaraan adalah Kitabullah,
    Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وسلم.
    Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan
    Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah
    Dan setiap bid’ah itu sesat
    Dan tiap-tiap kesesatan tempatnya dineraka.

    Lihatlah “tiap-tiap kesesatan tempatnya dineraka” siapa yg paling peduli sama kesesatan JT?? Tidak ada ya akhi, tidak ada!!!
    Kamilah yg paling peduli, yg ingin menyelamatkan mereka dari kesesatannya, yg ingin menyelamatkan mereka dari adzab api neraka!!!

    Mau tau dimana kesesatan mereka?? Antum buka Kitab Pedoman Beribadahnya JT yaitu kitab FADHA’IL A’MAL, akan engkau dapati hadits2 dha’if/lemah, hadits2 maudhu’/palsu, cerita2 khurafat/dusta memenuhi kitab mereka yg 1 ini, apakah kami salah??? Padahal Junjungan bersabda:

    Dari Abu Said Al-Khudry Radiyalallahu ‘Anhu, ia berkata: bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka ubahlah dengan tangannya, apabila tidak mampu maka dengan lisannya, apabila tidak mampu maka dengan hatinya demikian itu selemah-lemah iman“ (HR. Muslim)

    Selain “Fadha’il A’mal” mereka kan beribadah menggunakan “petunjuk” Mohammad Ilyas yaitu Ushulus Sittah (enam dasar), apakah ini petunjuk junjungan kita Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وسلم ??? Jawablah dengan jujur, itu kalau antum masih punya sedikit keadilan. Sadarlah akhi akan kebodohan dan kebobrokan mereka…………

    Antum bertanya “apa antum merasa lebih baik dari JT…!?”
    Ana jawab “Ya, karena ana beribadah sesuai tuntunan Rasulullah صلى الله عليه وسلم tidaklah ana berbuat bid’ah, karena “Sederhana dalam sunnah jauh lebih baik dari pada bersungguh-sungguh dalam bid’ah” Mutiara salaf dari sahabat Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه

    Baca semua hadits diatas baik-baik!!!

    Antum katakan kalau antum gag tau apa-apa… Inilah kesempatan antum untuk menuntut ilmu segera, agar antum gag ngomong lagi: “sya cuma anak umur 18th yg gag tau apa2…!!!”

    بَارَكَ اللهُ فِيْكَ
    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

  7. Pipin albany Says:

    Betul..betul..
    Salafy kan sudah bayak yang alim dan hafidz sehingga semua amalnya betul otomatis.
    Sahabat2 dulu belum ada yang hafiz 30 jus, syariatpun masih sedikit didapat. Mereka berhijrah ke Madinah lalu di Madinah membentuk jamaah2 dakwah dan juga jamaah perang. Sejak jaman Nabi SAW hingga para tabi’in secara terus menerus membentuk rombongan2 dakwah dan perang ke seluruh dunia. Hasilnya kita jadi kenal Islam deh. Untungnya sahabat rhum mau berhijrah dan mau mendakwahkan agama. Untung… untung kita inikenal Islam.

    Hari ini salafy sudah pade hafis 30 jus dan ribuan hadis bahkan paling faham dan paling benar dibanding jamaah lainya. Berarti lebih pinter daripada sahabat saat hijrah
    Semestinya jamaah2 seperti jaman Nabi SAW dan para Shahabat rhum segera dibentuk untuk mendakwahkan agama ke negeri2 kafir dan jika perlu bawa pasukan perang untuk menhancurkan musuh Islam.

    Buruan kita mau gabung nih…
    Kalo ga buat seperti membentuk jamaah dakwah atau jamaah perang seperti shahabat, salafy ikut siapa ya?

  8. Arien Says:

    Jadi dakwah yang benar seperti apa ustad?

    Islamnya atau taubatnya seseorang karena diajak JT tetep ga diterima Allah ya Ustad?

    Berarti sebagian besar orang Indonesia, Islamnya ditolak dunk karena belum sempat ketemu dakwah salafy?

    Saya baca bukunya Haikal, dijaman Umar ra ada banyak pasukan yang sudah bertahun2 ikut dakwah dan Jihad sama sekali belum bisa baca Bismillah atau syahadat karena begitu masuk Islam langsung sibuk perang. apalagi membahas sunah dan bid’ah. Tetapi Umar ra dan sahabat2 yang menjadi amir pasukan sangat menyayangi dan menghormati mereka. Tidak pernah para shahabat mencaci mereka atau menyuruh pasukanya datang ke Madinah untuk jadi hafiz atau paham sunah-bidah.

    Gimana nih?

    abu salafy 01>>

    kelihatan JT yg satu ini bicara tanpa ilmu

  9. Arien Says:

    Jadi dakwah yang benar seperti apa ustad?

    Islamnya atau taubatnya seseorang karena diajak JT tetep ga diterima Allah ya Ustad?

    Berarti sebagian besar orang Indonesia, Islamnya ditolak dunk karena belum sempat ketemu dakwah salafy?

    Saya baca bukunya Haikal, dijaman Umar ra ada banyak pasukan yang sudah bertahun2 ikut dakwah dan Jihad sama sekali belum bisa baca Bismillah atau syahadat karena begitu masuk Islam langsung sibuk perang. apalagi membahas sunah dan bid’ah. Tetapi Umar ra dan sahabat2 yang menjadi amir pasukan sangat menyayangi dan menghormati mereka. Tidak pernah para shahabat mencaci mereka atau menyuruh pasukanya datang belajar ke Madinah dulu untuk jadi hafiz atau paham sunah-bidah baru kemudian boleh ikut jamaah perang.

    Gimana nih?

    abu salafy 01>>

    makin nampak kebodohannya

  10. wong dheso Says:

    Kisah Nabi Musa yang mengikuti Nabi Khidir ada ngak ya.

    abu salafy 01>>

    pertanyaan bodoh

  11. wong dheso Says:

    INGAT JANGAT MENGAMALKAN APA YANG ANDA LAKUKAN SELAMA DI JT SEPERTI ADAB-ADAB,MUSYAWARAH,MUZAKAROH,MEMBENTUK HALAQOH,MENGAMALKAN SHOLAT ISROQ,TAKLIM KELUARGA,TAKLIM MASJID.

    abu salafy 01>>

    amalan-amalan bodoh dan sesat JT???
    nggak lah ya? Salafy mana yg mau mengamalkan amalan-amalan sesat kalian???

  12. wong dheso Says:

    Saya juga punya kisah mantan Salafi yang sudah hijrah

    abu salafy 01>>

    hijrah kemana mas? emangnya ada hijrah setelah Rasulullah hijrah???
    ono-ono wae si mas iki!!!

  13. wong dheso Says:

    Saya juga mendapat tulisan mantan JT yang ngaji di Salafi tulisan tersebut membahas tentang sholat ISROQ padahal sholat ISROQ terdapat juga di Fadhilah Amal ternyata sholat ISROQ di shohehkan oleh Ulama Besar anda Syaikh Albani dasn sampai sekarang saya masih menyimpan tulisan tersebut ,juga di Kitab MUNTAKHAB AHADITS ada amalan sholat TASBIH juga di shohehkan Syaikh Albani

  14. wong dheso Says:

    Saya dulu saya pernah di bleyeri pakai sepeda montor sama orang Salafi ketika saya sedang zikir habis sholat subuh di masjid waktu itu Salafi belum menemukan dalilnya sholat ISROQ dan mungkin waktu itu pengakuan mantan tabligh belum ikut Salafi dan waktu itu juga Salafi belum terpecah

  15. wong dheso Says:

    Saya kenal Salafy sebelum terpecah dan ikut ngaji juga di daerah Dewan Jogjakarta ketika kajiannya sudah menunjukkan jam 21.00 WIB di kenthongi sama petugas ronda tanda kajiannya di hentikan

  16. wong dheso Says:

    Saya tidak akan terpengaruh dengan tulisan ini

    abu salafy 01>>

    :)

  17. Abu Umar Says:

    baarokallohu fikum akhi
    semoga apa yang antum tulis menjadi ibroh yang sangat berharga bagi mereka yang masih berkutat dengan pemikiran menyimpang JT! aaamiin
    Emang betul, mungkin hanya orang-orang salafy saja yang sangat peduli akan saudara seagamanya yang terjerumus ke dalam pemikiran menyimpang, saking sayangnya, mereka rela untuk dicaci, dimaki, dilecehkan, hanya karena menyadarkan agar kembali ke pemahaman yang murni, bersih dari kotoran-kotoran bid’ah, untuk ilyas yang katanya masih berumur 18 tahun (ga tau jujur atau cuma omdo) belajarlah agama yang bener, pelajari islam dari sumbernya yang murni, yaitu dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang difahami dan dilaksanakan oleh para sahabat, mudah-mudahan bermanfaat. Wallohu a’lam.

    abu salafy 01>>

    امِين

  18. wong dheso Says:

    Kalau mengadakan Pengajian Akbar boleh ngak ya apakah ini termasuk bid’ah

  19. umar bin abdurrahman Says:

    ass. ust
    sbelumnya sy mnta maaf..
    sy ini kurang pemahaman agama.
    sy ingin bertanya ustaz
    jd bgmn orng yg diajak JT untuk solat dan dia mengikutinya..?
    apakah org yg diajak itu trmesuk bidah jg?

    abu salafy 01>>

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    Tidak termasuk, cuma dikhawatirkan akan terjatuh kedalam ke-bid’ah-an, karena akan menggunakan cara-cara beribadahnya mereka!!! Sebaiknya antum mempelajari agama ini yg siang sama terangnya dengan malam kepada ustadz yg belajar kepada Ulama yg telah jelas keilmuannya. antum bisa buka/lihat jadwal kajian mereka di http://salafy.or.id/

    Barakallahufiik

  20. wong dheso Says:

    Lihat saja pembahasan masalah bid’ah di You Tube-Bid’ah Itu Bukan Hukum

  21. wong dheso Says:

    Kenapa kok di suruh buka kajian di http://salafy.or.id kok tidak di suruh buka juga di http://muslim.org.id

    abu salafy 01>>

    mengutip:

    Sebaiknya antum mempelajari agama ini yg siang sama terangnya dengan malam kepada ustadz yg belajar kepada Ulama yg telah jelas keilmuannya. antum bisa buka/lihat jadwal kajian mereka di http://salafy.or.id/

    bacalah tulisan tebal tersebut BUKA/LIHAT JADWAL KAJIAN MEREKA Kalau ana merekomendasikan situs ini sangat wajar, karena ana menimba ilmu dari mereka (yg mana ana menimba ilmu langsung dimajelis mereka) al:

    al-ustadz Muhammad Umar as-Sewed
    al-ustadz Abu Ishaq Muslim Kroya
    al-ustadz Abu Munzhir Jafar Shalih
    al-ustadz Abdurrahman Mubarak
    al-ustadz Abdurrahman Lombok
    al-ustadz Abdullah Sya’roni
    al-ustadz Abdul Barr
    al-ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain
    al-ustadz Ali Basuki Lc
    al-ustadz Ayub Abu Ayub
    al-ustadz Muhammad Yahya (al-ustadz Cahyo)

    Dan masih banyak lagi asatidz yg ana gak bisa sebut namanya satu persatu (karena ana menimba ilmu secara gak langsung melalui MP3 ataupun tulisan2 yg tersebar dimedia buku, majalah ataupun internet)

  22. wong dheso Says:

    Mempelajari ilmu agama kok di suruh membuka kajian di http://salafy.or.id/ kok tidak juga di suruh membuka http://muslim.org.id/

    abu salafy 01>>

    wongdheso nggak isa maca ya???

    kutipan:

    Lihatlah Junjungan kita sudah memberitakan 1400 tahun yg lalu bahwa ummat ini akan terpecah-belah!!! Maka carilah olehmu ustadz yg akan membawamu menempuh jalan yg selamat itu dengan membuka jadwal kajian2 mereka di http://salafy.or.id

    kalau ana merekomendasikan ini karena situs itu terjamin kelurusannya, kalau yg lain والله أعـلــم

  23. wong dheso Says:

    Nah ketahuan nih anda mengatakan yang lain …

  24. ilyas Says:

    ass…
    bukn’y mau bela JT…
    knpa sii harus jt yg di debat sama “salafy”,,,!?
    padahal bnyak muslim2 lain yg lebih sesat sperti “ahmadyah”


    abu salafy 01>>

    Karena hanya kami (salafy) yg paling peduli sama kalian!!!
    Dan karena Ahmadiyah bukan bagian dari Islam!!!

  25. ilyas Says:

    maaf boleh tau alamat rumah antum gag!!!

    ane mau ktemu….

    abu salafy 01>>

    Mau apa??? Bunuh ana???

  26. Katrok Bangetz Says:

    kisah itu sifatnya subyektif jadi kalau di pakai sebagai landasan anda mengatakan bahwa JT adalah sesat dan yang sesat akan masuk neraka, itu saya rasa tidak bisa di terima oleh semua pihak. coba anda mencari orang yang berpandangan JT itu sesat, pasti akan anda jumpai sedikit saja, terbukti komentar2 yang ada di sini, kebanyakan mendukung JT, itu kenapa? karena mereka menilai dengan kaca mata yang obyektif, hal yang saya kritik dari anda di sini adalah anda cenderung menganggap apa yang di katakan oleh orang lain adalah salah, makanya akhi, menimba ilmu itu jangan setengah-setengah, jangan cuma dari orang yang mengklaim dirinya sebagai salafi saja, pelajari islam secara keseluruhan jangan separo paro, disana ada orang yang menganut faham asy’ari, disana ada yang menganut madzhab maturidi, apa mereka salah ketika mereka berbeda pandangan dengan salafunassholih tentang ayat-ayat mutasyabihatnya? tidak… mereka semua adalah benar selama mereka dalam satu kaidah ushuliyah dalam interprestasi kalam Ilahi itu,

    disana di pakistan, bangladesh banyak orang yang bermadzhab hanafi yang mewajibkan shalat witir, yang mewajibkan sholat ‘ied.. di indonesia kebanyakan bermadzhab syafi’i. yang mensunahkan qunut… kenapa para imam itu sndiri berbeda pendapat padahal sumbernya 1 alqur’an dan alhadist… karena beda dalam penafsiran beda ijtihad beda kapabelitas, dari sinilah timbul upaya muqoronatul madzhab…. mana yang rojiih menurut seorang mujtahid itulah yang akan diambilnya sebagai way of life nya….

    kesimpulannya, kita pasti berbeda dalam memahami islam ini, pasti tidak satu suara, satu garis pasti ada yang berbeda, perbedaan itu terlahir dari perbedaan kemampuan kita dalam memahami sumber islam itu sendiri, jadi jangan menyalahkan orang lain yang telah berijtihad dan mengamalkan apa yang di anggap benar oleh mereka, kalau anda seperti tu berarti anda ta’aassub dengan salafi, hanya memandang benar apa yang anda anggap sebagai hasil anda dalam memahami islam itu sendiri…..

    soal JT, lebih baik anda menanyakan kepada khalayak umum atau melakukan surfey dengan berbagai pihak, jangan surfeynya dengan sebuah kisah yang sifatnya subyektif, metode anda seperti ini kalau anda dalam menulis sebuah tesis pasti ditolak secara langsung karena anda memberikan bukti yang sifatnya subyektif, alias satu kaca mata….

    abu salafy 01>>

    Wah si “Katrok Bangetz” komen benar-benar tanpa ilmu!!! Masa’ ente ME=WAJIB-KAN YANG SUUNAH DAN MEN-SUNNAH-KAN YANG BID’AH???

    Bahkan Si “Katrok Bangetz” Menentukan Hukum Berdasarkan Suara Terbanyak!!!

    Banyaknya manusia yang memilih dan menetapkan suatu perkara bukanlah menjadi tolok ukur bahwa perkara itu benar dan baik. Tapi segala perkara harus ditimbang dan diukur dengan wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah).

    Jika suatu perkara dikembalikan dan diukur dengan pikiran dan ide kebanyakan orang, maka yakinlah bahwa perkara-perkara itu akan banyak memiliki kekurangan dan pelanggaran; jauh dari jalan Allah. Jadi, manusia –bagamanapun banyaknya- bukanlah pengambil keputusan tertinggi, dan bukan sumber hukum tertinggi, karena kebanyakan manusia jauh dari jalan Allah, dan memiliki sifat-sifat buruk.

    Perhatikan Firman-firman الله تعالى

    1) KEBANYAKAN MANUSIA MENYESATKAN DAN PENDUSTA

    “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan الله. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. Dan mereka tidak lain hanyalah berdusta”.( Al-An’am :116)

    Ahli Tafsir Jazirah Arab, Al-Imam As-Sa’diy-rahimahullah- berkata, “Ayat ini menunjukkan bahwa banyaknya pengikut tidak bisa menjadi dalil kebenaran. Sebaliknya, sedikitnya pengikut tidak bisa dijadikan dalil bahwa itulah yang batil. Bahkan kenyataan menunjukkan kebalikannya, pelaku kebenaran sedikit jumlahnya, namun mereka besar kadar dan pahalanya di sisi الله Bahkan yang wajib dijadikan dalil untuk mengetahui kebenaran dan kebatilan adalah jalan-jalan yang bisa mengantar kepada hal itu (yakni, Al-Qur’an). [Lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman (hal 233)]

    2) KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK MENGETAHUI/BODOH

    “Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Yusuf: 40)

    3) KEBANYAKAN MANUSIA BENCI AKAN KEBENARAN

    “Sesungguhnya kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu”. (QS. Az-Zukhruf :78).

    4) KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BERIMAN/KAFIR

    “Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya”. (QS. Yusuf :103)

    5) KEBANYAKAN MANUSIA TIDAK BERSYUKUR

    “Sesungguhnya الله mempunyai karunia terhadap manusia,tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur” (QS. Al-Baqarah:243)

    6) KEBANYAKAN MANUSIA MUSYRIKIN/PENYEMBAH BERHALA

    “ Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah melainkan dalam keadaan mempersekutukan الله (dengan sembahan-sembahan lain). (QS.Yusuf: 106)

    Pembaca yang Budiman, الله mengabarkan tentang keadaan mayoritas manusia bahwa kebanyakannya tidak beriman, tidak bersyukur, tidak mengetahui/bodoh, dan kebanyakan menyekutukan Allah serta benci kepada kebenaran. Lalu bagaimana mungkin memutuskan suatu hukum dengan pendapat mayoritas?! Padahal banyak diketahui bahwa mayoritas manusia sepakat untuk berbuat zhalim, melampaui batas, bahkan ingkar kepada Allah.

  27. katrok bangetz Says:

    loh, koq gini sih…. lha di suruh surfey koq malah menyalahkan manusia yang disurfey, apa lagi menambahkan dalil yang bukan pada tempatnya, kebanyakan manusia memang bodoh ketika di bandingkan dengan hukum Tuhan, tapi ketika memandang dan menghukumi sebuah perbuatan justru kita yang di tuntut untuk mengetahui kondisi dan keadaan yang bertanya tentang hukum itu, saya misalkan begini ada seseorang yang bertanya tentang hukum melihat fil misalnya, kita sebagai mujtahid tidak langsung mengatakan ini haram… tanpa melihat bagaimana kondisi penanya, disinilah arti pentingnya surfey penanya. apakah dia fi halati dlarurah atau tidak…. disinilah peran maqoshid syariah berlaku….

    emang bener… susah berdebat dengan orang yang sudah taassub…. saya katakan nt menyelidiki JT jangan setengah setengah, apa lagi hanya dengan secuil cerita yang konon cerita itu sifatnya relatif, ngga usah di buat sok dramatis gitu lah…. surfey akhi…… jangan mau di perdaya sama orang2 yang mengakui dia salafi saja…. surfey bukan berarti menuhankan manusia… bukan… tapi mengetahui realita yang ada kemudian mengambil sikap yang sesuai….

    abu salafy 01>>

    Wah ente nuduh orang taassub, padahal justru ente yg tassaub, coba bandingkan kitab kebanggaan JT FADHA’IL A’MAL, dengan KITAB KEBANGGAAN ORANG ISLAM UMUMNYA YAITU SHAHIH BUKHARY DAN SHAHIH MUSLIM. Apa yg akan ente katakan kalau ternyata tidak ada 1 hadits-pun dari SHAHIH BUKHARY DAN SHAHIH MUSLIM. tercantum pada kitab kebanggaan kalian itu.

    Jadi siapa yg taassub pada golongan??? Ente bukan???

    Sebetulnya ente yg salah fikir, kalau ente katakan salafy itu manusia yg suka memperdaya!!! Itu sama saja ente menuduh Baginda Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai Nabi yg ngomongnya NGIGAU, karena beliaulah yg pertama-tama mengucapkan kata SALAF, ini buktinya:

    Asal penamaan Salaf dan penisbahan diri kepada manhaj Salaf adalah sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم kepada putrinya Fathimah رضي الله عنها

    فَإِنَّهُ نِعْمَ السَّلَفُ أَنَا لَكِ

    “Karena sesungguhnya sebaik-baik salaf bagi kamu adalah saya.” Dikeluarkan oleh Bukhary no.5928 dan Muslim no. 2450.

    Bacalah SHAHIH BUKHARY DAN SHAHIH MUSLIM jangan mengamalkan isi kitab kebanggaan JT FADHA’IL A’MAL,
    Sadarlah akan kesesatan JT
    Jadilah Muslim sejati dengan mempelajari al-Qur’an dan as-Sunnah as-shahihah dengan pemahaman salafush-shalih….

    والله أعـلــم

  28. katrok bangetz Says:

    salafi itu marhalah zamaniyyah mubarokah wa laisa madzhab min madzahibil islami…. bukan madzhab akhi…. kalau kita katakan salafi itu adalah madzhab apa buktinya???? Nabi –>> Sahabat –>> tabiin –>> Tabiut tabiin –>> ulama’ 4 madzhab…. dan sampai kepada kita… jadi kita semua salafiyin.. bukan cuma nt…. kita umat islam di muka bumi ini termasuk 1 manhaj, manhaj Nabi…. selama tidak keluar dari ushul2 pokok yang telah di sepakati dalam islam….

    saya curiga anda ini bukan seorang muslim (maaf) dari kata-kata anda mencerminkan seseorang yang sangat benci sekali dengan non salafi… apakah seperti itukah pribadi seorang muslim yang diajarkan alqur’an dan al hadits…..

    abu salafy 01>>

    Apakah telah sampai padamu hadits Iftiroqul Ummah?

    Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda

    “Yahudi terpecah menjadi 71 golongan dan Nasrani terpecah menjadi 72 golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya berada di neraka kecuali satu (golongan).” Mereka bertanya: “Siapa mereka, Ya Rasulullah?” Beliau menjawab: “Mereka berada pada apa yang aku dan sahabatku berada pada hari ini.” [HR Tirmidzi dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 5218]

    Disini terlihat ummat Islam terpecah menjadi 73 manhaj/metode berpikir, apakah anda masih menganggap ummat Islam semuanya sama?

    mengutip:

    saya curiga anda ini bukan seorang muslim (maaf) dari kata-kata anda mencerminkan seseorang yang sangat benci sekali dengan non salafi…

    Dengan kata lain kamu menuduh saya kafir???

    Apakah kamu tidak tahu atau pura2 tidak tahu bahaya mengkafirkan seorang muslim???

    والله أعـلــم

  29. hamba Allah yang dhoif Says:

    Al-Ustadz abu g…… (eh maksude enyong abu salafy), yang smg mau mengajarkan orang seluruh dunia dengan ilmu salafiy-nya. Kalau orang yang ikut dakwah tabligh wafat mampu mengucapkan 2 kalimat syahadat dengan mudah & sempurna, apakah dia orang “sesat & bid’ah” yaaaaaaa? masuk neraka apa surga tuh Tadz? Tp menurut ente Org dakwah sesat berarti masuk neraka dooong?
    Mbok kl punya ilmu itu disebarkan ke orang2 yang nyata2 melakukan bid’ah,spt: ga sholat, mabok2an, zina, dll. Banyak bgt tuh yg blm kesentuh, jangan ngaji doang ga diamalin & disampaiin, bakalan sombong tuh. makanya jelek2in orang dakwah mulu!!!!! Takut kesaing orang dakwah pa??????????

    abu salafy 01>>

    mengutip:

    Mbok kl punya ilmu itu disebarkan ke orang2 yang nyata2 melakukan bid’ah,spt: ga sholat, mabok2an, zina, dll.

    Wildan, Wildan… jadi manusia koq ndak pinter2 sie? Jelas sekali bodohnya ente, masak pelaku fajir kamu bilang bid’ah???

    Belajar dulu gih sama ustasdz kamu, apa itu bid’ah mana itu sunnah, baru komen disini!!!

  30. WONG DHESO Says:

    AYO PADA NGAJI DI http://salafy.or.id atau di http://muslim.org.id di daerah saya ada mantan JT ikut salafy tapi masih mengamalkan amalan ketika di JT

  31. wong dheso Says:

    Saya menyaksikan sendiri mantan JT mengamalkan kembali amalan yang di tinggalkan selama 15 tahun

  32. wong dheso Says:

    Situs ilmu yang anda katakan yang lain…kalau yang ini gimana http://hadith.al-islam.com/Bayan/Tree.asp?Lang=ind&ID=929 setelah melihat situsnya coba kamu baca kitab ” MUNTAKHAB AHADITS “

  33. Ammar Says:

    Antum itu mengalami gangguan jiwa, karena membanding2kan ajaran ini an itu, membuat jiwa anda resah dan gelisah…
    Di ditu setan memasuku jiwa anda
    Sumuanya adalah bagus
    Undzur ma kola wala tandzur man kola
    Jamaah apapun pasti ada kekurangan, baik itu NU, MUHAMMADIYAH maupun JT
    karena yang sempurna addalah Rasulullah dan sahabat2nya dst Wali dll
    JT juga ada yang berilmu tinggi juga ada yang masih belajar
    semua adalah proses…..
    Soal hizib, wafak, rajah dll
    itu namanya ilmu Hikmah yang terpisah ilmunya dari JT
    Coba antum carti referensi soal Ilmu Hikmah
    Imam Al Ghozali juga punya kitabnya
    Namanya Al Awfak………
    Gitu ya?
    Ammar S.Psi

    abu salafy 01>>

    JT yang satu ini luar biasa jahil alias bodoh terhadap ajaran agamanya, benar-benar bodoh (walaupun punya gelar S1). Cuma 1 pertanyaan ana: “Apakah junjungan kita pernah mengajarkannya????” Baik itu hizib, wafak, rajah dll

  34. Ammar Says:

    Yang penting yakin dan percaya tak aa kekuatan selain Allah….
    Nabi Sulaiman pun juga punya cincin
    ketika cincin nya d pakai iblis iblis itu karena asbab cincin toat sulaiman …

    abu salafy 01>>

    NT ini mau komen atau mau apa?

  35. ABu Hafizh Says:

    Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
    Alhamdulillahu Wahdah, Wassholatu wa sallam Ala Nabiyina Muhammad Wa “ala alihi Washabihi Ajma’in.

    Ana adalah mantan Jam’aah Tablig, ana ikut JT sejak Tahun 1998 ketika itu ana masih Sekolah di salah satu MTs, Negeri di Desa Mopuya, Kec. Dumoga Utara ( Sekarang ), Kab. Bolaang MOngondow -Sulawesi Utara, kelas 3. Ana’ termasuk yang biasa disebut Karkun ( gelar bagi anggota JT ), sebagai Awwalun ( Gelar bagi orang yang pertama kali masuk JT dengan menyandarkan pada Firman Allah dengan pemehaman yang sesat ). Di bawah oleh Amir JT Gorontalo ketika itu Ustt. Hamzah, dan yang pertama kali menyambut ajakan beliau untuk bergabung adalah Ana’ sendiri, Sepupu ana’ dan Haji Jono’ ( sekarang menjadi Jumidar : Penanggung Jawab JT, di markas mereka ). Karena kejahilan terhadap agama disertai keinginginan yang kuat untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam maka ana menjadi orang yang sangat getol dalam menjalankan da’wah JT serta berupaya dengan keras baik melaui perdebatan dan diskusi melakukan pembelaan terhadap JT. Keluarga anapun ana ajak dan seketika itu banyak keluarga ana yang terpenguruh yang oleh keyakinan ana ketika itu mereka dipilih oleh Allah. Jujur ana akui bahwa keyakinan yang ana rasakan ketika ikut JT adalah menganggap orang lain selain anggota JT bukan pengikut sunnah Nabi meskipun dia seorang Ulama’, Ahlul Ilmu’, Taat Ibadah, berpegang teguh terhadap sunnah. Selama mereka belum Khuruj 3 hari dalam sebulan, 140 hari dalam setahun dan 4 bulan seumur hidup maka mereka bukanlah pengikut nabi. Kami bahkan didoktrin bahwa ” dalam usaha da’wah ini Allah memilih kita yang bodoh-bodoh, bukan Ulama’ Ustadz atau da’i, nanti ketika semua umat ikut JT baru Allah akan memilih para Ulama maka beruntunglah bagi yang ikut awal-awal dan kita jugalah yang disebut awwwalun dalam Al-Qur’an” Subhanallah ini sangat bertentangan dengan firman Allah, “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah adalah Ulama.” Kami bahkan berani berdebat dengan Ulama dan Melalaikan dalil-dalil baik dari Ayat-ayat Al-Quran atau dari Hadits-hadits yang Shohih. Jika ada yang mencela kami dan menasehati serta memperingatkan kami agar meninggalkan kebid’ahan yang kami lakukan maka AMIR jamaah kami mengatakan bersabar sesungguhnya dia belum dipilih oleh Allah, Nabi juga begitu, mungkin amalan kita belum sungguh-sunguh dan lain sebagainya.
    Tahun 1999 ana lulus dan melanjutkan di SMK Negeri 1 Gorontalo, disini ana konsisten terhadap gerakan JT dan giat mengajak orang untuk Khuruj dan mengamalkan Ajaran-ajaran JT, bahkan ana membeli buku Fadhilah Amal dan mewakafkannya kesalah satu mesjid di Depan Terminal Andalas 1942, InsyaAllah para Jam’ah distu masih kenal ana sampai sekarang dan mungkin mereka belum mengetahui khuruj-nya ana dari Ajaran SESAT JT. Ana Aktif menghidupkan amalan-amalan JT baik dirumah maupun Dimesjid, mengajak anak-anak muda untuk Khuruj, dan tidak pernah mendalami ajaran Agama, Sehingga banyak fenomema maksiat yang dilakukan oleh Karkun JT meskipun mereka sementara khuruj atau masih aktif, mereka merokok meskipun dimesjid, pacaran, dll.
    tahun 2001 ana lulus dan melanjutkan studi di Al-Birr makassar. disini ana mendapatkan berbagai macam penyimpangan baik dalam aqidah, Ibadah , mapun muamalah. semuanya diselewngkan berdasarkan hawa nafsu mereka. Bahkan dalam salah satu buku fadhilah amal mereka menggunakan Referensi Syekh. Akbar Ibnu Arabi yang telah dikafirkan oleh Ulama Ahlussunnah. mereka berkeyakinan Kasyaf bahkan bisa mengetahui orang masuk syurga atau tidak. Astagfirullah. itulah sebagian dari penjelasan ana masih panjang lagi namun akan ana sambung lain waktu.

    abu salafy 01>>

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

    الحمد الله Semoga antum dan ana serta ikhwan wa akhwat yg telah ditunjuki/diberi hidayah oleh الله عز وجل tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah yg mencocoki/sesuai perintah الله عز وجل dan Rasul-NYA

    امِين

  36. katrok bangetz Says:

    mana nih jawabannya koq di tunggu2 ngga ada…. saya ingin berdiskusi lebih lanjut tentang salafi

    abu salafy 01>>

    Sudah dijawab diatas

  37. wong dheso Says:

    Saya kenal JT sekitar 1989 dan kenal Salafy waktu Salafy belum terpecah sekitar tahun 1992 di Kitab Fadhilah Amal ada amalan sholat ISROQ ternyata telah di shohehkan oleh Syaikh Nashiruddin Albani Ulama besar anda,pada tahun 2005 saya di dakwahi sama orang Salafy baru tentang sholat ISROQ tapi saya diam saja,pada tahun 2007 ada orang Salafy menghamalkan sholat ISROQ dan pada tahun 2009 saya menyasikan sendiri mantan JT mengamalakan kembali amalan sholat ISROQ tapi belum waktunya.

    abu salafy 01>>

    Setelah ana baca kitab “SHIFAT SHALAT SUNNAH NABI صلى الله عليه وسلم “ Karya DR. MUHAMMAD BIN UMAR BIN SALIM BAZMUL ternyata disitu tercantum shalat sunnah Isyraq, yg mau ana tanyakan kapan waktu yg pas melaksanakannya? Dan apa pahala yg akan didapatnya?

  38. Andi Hairul Amrijadi Says:

    Assalamualaikum Wr Wb,
    Tuan2 Yg Mulia Insya Allah Bulan Desember Ada Musyawarah Indonesia
    Di mesjid Jami Kebon jeruk Dan Bulan Januari Ada Zord Kudama Di
    Pesantren Al Fatah,temboro Magetan.Mari Sama2 Kita Berdoa Mudah2an
    Kita Di Pilih Oleh Allah SWT Untuk Di Kirim Ke Seluruh Alam.

    Untuk Saudara Sesama Muslim Dulu Ana Gak pernah Sholat Di Mesjid,
    Ana Sholat Di Rmh Pun Jarang2.Di Mesjid Ana Tinggal Ada Bbrp Temen
    Ana Yg Ikut Kajian TAPI TIDAK ADA SATUPUN YANG NGAJAK ANA SHOLAT.
    ANA PERNAH UCAPIN SALAM TAPI DIJAWAB PAKE SENYUM.APAKAH ORANG
    ISLAM SPT INI????HANYA MEMIKIRKAN KELOMPOKNYA,KRN SETAHU ANA
    NABI MUHAMMAD SAW RISAU KPD SELURUH UMATNYA.

    Alhamdulillah Tak Lama Berselang Rmh Ana Ada Yd Datangi Utk Ajak
    Sholat Ke Mesjid,Ana Tidak Kenal Orang Itu.Tapi Dia mengajak Umat utk TAAT KEPADA ALLAH SWT MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH SAW.

    Alhamdulillah Ana Skrg Sdh Ikut Ambil Bagian Dalam Usaha Dakwah.
    Buat Saudara2ku Sesama Muslim Mari Sama2 Kita Keluar Di jalan Allah SWT
    Untuk Bergerak Dari Kampung2,Kota2 Dan Antar Negara.
    Insya Allah Semuanya Bersedia,Insya Allah.

    Andi Hairul Amrijadi

    Abu salafy 01>>

    JT yg satu ini mengajak manusia untuk sama-sama menuju kesesatan. Padahal Rasulullah صلى الله عليه وسل bersabda

    أما بعد : فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة فى النار

    Amma ba’d:

    Sesungguhnya sebenar-benar pembicaraan adalah Kitabullah,
    Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وسلم
    Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan
    Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah
    Dan setiap bid’ah itu sesat
    Dan tiap-tiap kesesatan tempatnya dineraka.

    Jadi silakan saja mau jadi penduduk Jannah atau Naar?

  39. muslim Says:

    assalamu’alaikum….
    kepada saudara-saudaraku yang seiman….marilah kita bersatu untuk terus berdakwah…untuk salafy apakah anda sanggup menjamin semua pengikut jamaah tabligh (baik yang masih hidup ataupun mati dalam JT)akan masuk neraka…dan ini anda pertaruhkan dengan tempat anda diakhirat kelak…

    abu salafy 01>>

    Siapa yg mengatakan hal itu??? Semua ke-bid’ah-an yg kalian lakukan itu terserah (ma’siyah ALLAH), akan diampuni atau tidak diampuni!!!

    Kami hanya berpegang teguh apa yg Rasulullah صلى الله عليه وسل sabdakan

    أما بعد : فإن أصدق الحديث كتاب الله، وخير الهدى هدى محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة، وكل ضلالة فى النار

    Amma ba’d:

    Sesungguhnya sebenar-benar pembicaraan adalah Kitabullah,
    Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Rasulullah صلى الله عليه وسلم
    Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan
    Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah
    Dan setiap bid’ah itu sesat
    Dan tiap-tiap kesesatan tempatnya dineraka.


    Jadi silakan saja mau di Jannah atau Naar?

  40. Muhammad Abdullah Says:

    Astaghfirullah, saya adalah mantan pengikut salaf, pada awalnya saya sangat tertarik dengan semua yang dipahami oleh orang salaf tentang sunnah, tapi pada suatu kesempatan seorang ustadz salaf memberikan satu doktrin yang sangat mengagetkan untuk saya (karena sejak usia 4 tahun saya sudah belajar agama pada ayah saya) yang menyatakan bahwa “orang islam yang tidak sepaham dengan kita (yang katanya salaf) adalah bid’ah dan sesat”. saya langsung berpendapat sombong sekali paham ini. bukankah sombong sifatnya setan? merasa paling benar! Naudzubillah! Akhirnya saya ikut dengan jemaah gerakan Iman (yang kata orang2 salaf sombong “Jemaah Tabligh”), ternyata apa yang dikatakan “orang Salaf” tentang JT itu salah besar! silahkan anda baca dan terjemahkan Al Qur’an At taubah ayat 20 s/d 24. insya Allah pikiran anda akan terbuka tentang jema’ah gerakan iman ini. “kalau anda belum pernah makan duren, bagaimana anda bisa tahu bahwa duren itu enak rasanya”. secara pribadi saya tetap kagum dengan kekompakan kelompok anda dalam memegang sunnah, tapi tolong jangan nodai dengan kesombongan dan kecongkakan anda tentang ilmu! Jemaah Gerakan iman yang anda sebut JT pun adalah jemaah yang memegang sunnah sampai hal2 yang terkecil, tapi bukan hanya hal itu yang kami kedepankan, tapi bagaimana caranya agar agama ini wujud pada setiap umat dewasa ini, seperti yang Rosulullah SAW risaukan sampai akhir hayatnya. terakhir saran saya, Agama bukan untuk diperdebatkan Bung, tapi untuk di da’wahkan!!!!!!! wassalam

    abu salafy 01>>

    Sungguh bodoh sekali antum ini, menyia-nyiakan hidayah, karena hidayah itu mahal!!!

  41. Abu Syauqi Says:

    Alhamdulillah ana diberi kesempatan oleh Allah jalla jalaluh untuk hadir dlm ta’lim yang sering diajar oleh ustadz2 Salafi..sampai pernah menghadiri Dauroh Masyaikh yg diadakan di Jogja..tapi bedanya kalo ngaji di salafi baru tataran teori..kalo pengamalannya masih jauh..contoh kasus:Pak polisi di jogja sekitar awal tahun 90an(salafi belum terpecah2)ditanya orang..Pak bedanya apa sich orang2 yg ngaji di kaliurang sini(markaz da’wahnya usaha Da’wah alias JT) dgn orang2 yg ngaji di kaliurang sana?(tempat ngajinya org Salafi jaman doloe)..jawab Pak Polisi:kalo org2 yg ngaji disini(markaz JT) kalo ketemu saya selalu tersenyum dan ngucapin assalamualaikum..tapi yg disana(Salafi) kalo ketemu saya wajahnya manyun/muram……ajiib kan,pak Polisi aja bisa membedakan antara JT yg ramah sesuai sunnah dgn salafi yg muram seperti……apalagi Malaikat pasti bisa membedakan siapa muslim yg ikut sunnah dgn muslim yg mengaku2 mencintai sunnah…

    abu salafy 01>>

    Sungguh bodoh sekali antum ini, menyia-nyiakan hidayah, karena hidayah itu mahal!!!

    Memangnya oknum ‘POLISI’ itu takaran suatu kebenaran???
    Yang bener aja dunk kalau ngomong!!!
    Karena kami salafiyyin menakar kebenaran berdasar al-Qur’an wal as-Sunnah fahmi shahabah

  42. Tsalis Says:

    Ass, akhi… Istighfar dgn mencari2 dan mengorek aib orang lain. Abu bakar r.a setiap malam muhasabah dirinya, berapa banyak perkataan yg tidak bermanfaat hr ini.. Do’alah malam hari, ya Allah..Seandainya salafi ini benar, mudahkan sy mengikutinya, ya Allah.. Seandainya tabligh ini benar,mudahkan sy menjalaninya.Amin hu Allah hu alam

    abu salafy 01>>

    امِين

  43. wong dheso Says:

    Saya sebenarnya sanggup menceritakan Salafi dan mantan JT tentang amalan di masjid tapi ini termasuk aib maka tidak akan saya ceritakan biarlah Allah Yang Tahu perbuatan Salafi dan mantan JT karena sampai sekarang masih sholat berjamaah sama Salafi dan mantan JT entah di masjid UGM dan masjid kampung daerah saya

  44. rudi Says:

    kita emang seharusnya kembali ke ajaran salaf yang meninggalkan apa yang tidak diajarkan oleh rasululloh, banyak kita lihat cara-cara beribadah yang tidak dilakukan rasululloh saw. contohnya mimbar masjid pada jaman nabi saw yang tidak terhalang sehingga terlihat tubuh nabi saw ketika khotbah, sehingga mimbar yang tidak sama seperti itu jelas bid’ah (ya kan mas abu salafy), nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat (ya kan mas abu salafy), contoh diatas adalah sesuatu yang di ada-adakan sehingga sesuai dengan pemahaman kita kaum salafi yang benar-benar meninggalkan apa yang tidak dilakukan nabi saw…hidup salafi.


    abu salafy 01>>

    Mengutip:

    nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat

    JT yg ini bicara tanpa ilmu, nggak bisa membedakan antara tasyabbuh (meniru orang kafir) dengan bid’ah!!!

    Belajar lagi ya??? Baru coment!!!

  45. zainudin lc MA Says:

    Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.

    abu salafy 01>>

    Ini adalah contoh JT yg lulusan KEBON BINATANG!!!

    Lc dan MA nya nyomot dimana ya???

  46. ibrohim Says:

    masya Alloh.bagus ya kita umat muslim saling menghujat,tau ngak kalian org kafir mengejek kalian.
    kalian harus pahami itu???
    kalau begini umat nabi,bagaimana mau dapat hidayah,malah jadi penghambat hidayah buat org lain.
    kita harus bertanggung jawab itu kpd Alloh.

  47. ibrohim Says:

    Asslm…………..
    wahai saudara ku nggak capek kalian saling menyalahkan.
    ini namanya bukan debat tapi saling menghujat.
    sadarilah saudaraku orang kafir menertawakan kita apabila membaca blog ini.
    dengan mudahnya org kafir mencincang kita.
    ingat saudaraku kita ini umat rasululloh saw,pernahkah rasululloh mengajarkan seperti ini????
    cpt2 minta apun sama Alloh&minta maaf lah kepada saudara2 kita yang kita hujah dengan tdk baik.

  48. Muhammad Abdullah Says:

    Ustadz Salafi 01, 02, dst….
    saya tidak pernah merasa bodoh telah memutuskan untuk ikut JT, justru saya malah merasa telah mendapatkan hidayah Allah, dan Insya Allah ini jalan yang benar, jalan yang lurus, karena Da’wah wa tabligh adalah pekerjaan para nabi, para rosul, para anbiya, para wali. agama isalam ini tidak akan bisa tersebar keseluruh alam tanpa pengorbanan mereka untuk hijrah dan jihad dijalan Allah dan rosulnya, mereka berkorban untuk agama ini, iman itu bisa wujud bukan dengan ilmu, tapi dengan banyaknya korban harta dan jiwa untuk agama, makanya udah dibaca belum QS. At taubah ayat 20 s/d 24????Rosulullah SAW sendiri bersabda “sampaikan walau cuma satu ayat”, jadi untuk perkara da’wah wa tabligh bukan hanya perkara ilmu tapi yang lebih penting justru perkara iman. insya Allah kami dapat mengamalkannya hadist rosulullah ini melalui JT.
    saya sendiripun tidak pernah menyesali pernah ikut salaf, tapi untungnya saya sejak kecil sudah belajar agama dari orang tua sendiri, yang tdk pernah sedikitpun diajarkan membid’ahkan orang sesama islam, apalagi menuduh sesat. bukankah kepada orang kafir saja kita diharuskan untuk memenuhi hak2nya, menghormatinya? sepanjang mereka tidak mengusir atau mengganggu kita (muslim)? apalagi kepada sesama Muslim?? makanya saya bisa tidak terbawa arus Salafi yang seperti ini, karena sudah punya Filter! survey membuktikan orang2 yang ikut salafi seperti anda, rata2 tidak belajar agama dari semenjak kecil, makanya mudah utk terpengaruh, merasa paling benar, merasa paling berilmu, sombong dan takabur.
    ok boss, kebenaran hanya milik Allah, tugas kita adalah bagaimana agar supaya Agama ini wujud kepada diri setiap umat, karena tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW, ini tugas kita, apalagi anda semua merasa paling tahu dan paling berilmu, ini tanggung jawab kita sebagai manusia yang mengaku umatny. Wassalam

    abu salafy 01>>

    Ana mau tanya apa yg di-dakwah-kan oleh para nabi???

    Apakah merka men-dakwah-kan manusia untuk shalat saja???

    KETAHUILAH (BERILMULAH DAHULU) INTI DAKWAH PARA NABI IALAH DAKWAH TAUHID!!!

    http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/

    http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/dakwah-salaf-dakwah-tauhid/

    “TAUHID”: DAKWAHNYA PARA RASUL

    Ustadz Muhammad Umar Assewed

    Telah kita ketahui pada edisi yang lalu bahwa tauhid merupakan sebuah pohon di dalam hati yang cabangnya adalah amalan yang shalih dan buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

    أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ24تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُون َابراهيم: 24-25

    “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap saat dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk ma-nusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25)

    Ilmu Tauhid ini merupakan dasar yang dibangun di atasnya amalan-amalan shalih. Maka tentu saja merupakan prioritas dakwah para nabi dan para rasul, termasuk nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

    Dakwah Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya adalah dakwah tauhid dan tidak pernah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam lepas daripadanya. Dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diawali dengan tauhid, diiringi dengan tauhid dan diakhiri pula dengan tauhid.
    Diawali dengan ucapan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikisahkan oleh Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu ketika dia bersama rombongan dagang kaum Quraisy tiba di Romawi dan dipanggil oleh raja Heraklius. Sang raja bertanya tentang orang yang mengaku sebagai Nabi di Mekah. Di antara pertanyaannya adalah: “Apakah yang dia dakwahkan?” Abu Sufyan menjawab: “Dia berkata:

    قُوْلُوْا لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ تُفْلِحُوْا ( رواه البخاري

    “Ucapkanlah لا إله إلا الله kalian akan selamat.” (HR. Bukhari)

    Dan dalam perjalanan dakwahnya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingatkan dengan tauhid. Setiap menyampaikan satu hukum atau perintah ibadah kepada umatnya senantiasa Beliau mengingatkan bahwa hal itu adalah ibadah kepada Allah yang harus diberikan kepada-Nya dengan ikhlas dan tidak boleh dicampur dengan tujuan-tujuan lain seperti riya’ atau kesyirikan-kesyirikan lainnya. Seperti ketika memerintahkan tentang ibadah shalat dan berqurban:

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. الكوثر: 2

    “Maka dirikanlah shalat untuk Rabb-mu dan berkurbanlah.” (al-Kautsar: 2)

    Demikian pula setiap beliau berangkat bersama para shahabat berjihad, beliau selalu mengingatkan agar mereka jangan memakai jimat, kalung atau gelang-gelang tertentu untuk tolak bala dan kekebalan atau menggan-tung-gantungkan pedangnya di pohon tertentu untuk mencari kehebatan dan kekuatan.

    Kita lihat pada satu riwayat, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu perjalanan jihad, Rasulullah bersabda kepada Ruwaifi’:

    يَا رُوَيْفِعُ، لَعَلَّ الْحَيَاةَ تَطُوْلُ بِكَ، فَأَخْبِرِ النَّاسَ أَنَّ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ أَوْ تَقَلَّدَ وِتْرًا أَوِ اسْتَنْجِي بِرَجِيْعِ دَابَّةٍ اَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدًا بَرِيْئٌ مِنْهُ. (رواه أحمد عن رويفع

    “Wahai Ruwaifi’, barangkali engkau akan menjalani kehidupan yang panjang. Kabarkanlah kepada manusia bahwa barangsiapa yang memintal jenggotnya, menggantungkan jimat, atau beristinja’ (bersuci) dengan kotoran hewan dan tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri darinya.” (HR. Ahmad dari Ruwaifi’)

    Ini semua dalam rangka menjaga tauhid mereka dari noda-noda syirik.
    Demikian pula di akhir kehidupan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam akan wafat, beliau berwasiat dengan tauhid.
    قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ قَالَتْ فَلَوْلَا ذَاكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا . (متفق عليه

    Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terkena sakit yang menyebabkan beliau tidak dapat bangun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Allah telah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka telah menjadikan kubur Nabi-nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Jika tidak karena itu tentu kuburan beliau akan ditempatkan (di Baqie’). Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam khawatir akan dijadikan sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dan dalam riwayat lain dalam al-Muwattha’:
    أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهُ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. (رواه مالك في الموطأ

    “Ya Allah janganlah Engkau menjadikan kuburku berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Allah terhadap kaum yang menjadikan kuburan nabi-nabinya sebagai masjid.” (HR. Malik dalam Muwatha’)

    Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memulai dak-wahnya dengan tauhid, mengiringi dengan tauhid dan mengakhirinya pula dengan tauhid. Dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mewasiatkan umatnya dengan tauhid.

    Wasiat merupakan pesan terakhir dalam kehidupan seseorang. Tentunya yang akan disampaikan adalah perkara yang paling uta-ma dan paling penting. Karena ia tidak akan sempat lagi menyampaikan sesuatu apapun setelah itu. Maka disinilah terlihat apa yang dianggap paling penting oleh seseorang dalam hidupnya. Sebagian manusia mewasiatkan tentang hartanya. Sebagian lainnya mewasiatkan untuk menjaga keluarga-keluarganya. Sebagian lainnya ada yang mewasiatkan dengan perusahaannya, karena itulah yang terpenting dalam kehidupan mereka.

    Adapun wasiat para nabi adalah tauhid, yang menunjukkan bahwa yang paling penting bagi mereka adalah tauhid. Allah Azza Wa Jalla berfirman:

    وَوَصَّى بِهَآ إِبْرَاهِمُْ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. البقرة: 132

    “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’-qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kalian mati kecuali dalam (keadaan) Islam.” (al-Baqarah: 132)

    Berkata Ibnu Katsier dalam tafsirnya bahwa makna islam adalah pasrah dan berserah diri dengan beribadah hanya kepada Allah saja.

    Demikian pula wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, diawali dengan tauhid:

    وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ. لقمان: 13

    “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata ke-pada anaknya, di waktu ia memberi pela-jaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguh-nya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (Luqman: 13)

    Yang demikian karena para nabi seluruhnya mementingkan dan mengutamakan tauhid. Bahkan inti dakwah mereka adalah tauhid. Yaitu memerintahkan kepada kaumnya agar beribadah kepada Allah saja.

    وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ…. النحل: 36

    “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu….” (an-Nahl: 36)

    Allah menjelaskan dakwah para rasul-Nya dengan rinci pada berbagai firman-Nya, di antaranya tentang nabi Nuh alaihis sallam:

    وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ. المؤمنون: 23

    “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah (karena) sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (al-Mu’minun: 23)

    Kemudian nabi Ibrahim, bapak para nabi alaihis sallam:

    وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. العنكبوت: 16

    “Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Beribadahlah kepada Allah dan bertaqwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (al-Ankabut: 16)

    Sedangkan tentang nabi Isa alaihis salam Allah berfirman:

    لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَار. المائدة: 72

    “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al- Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, ber-ibadahlah kepada Allah Rabb-ku dan Rabb-mu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (al-Maidah: 72)

    Dan tentang Nabi Hud alaihis sallam Allah berfirman:

    وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ. الأعراف: 65

    “Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak ber-taqwa kepada-Nya ?” (al-A’raaf: 65)

    Tentang Nabi Shalih diterangkan dalam ayat-Nya:

    وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ. الأعراف: 73

    “Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang buk-ti yang nyata kepadamu dari Rabb-mu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-A’raaf: 73)

    Dan Nabi Syu’aib Allah kisahkan juga dengan ucapan yang sama, yaitu:

    “Beribadahlah kepada Allah dan tidak ada bagi kalian sesembahan kecuali Dia”.

    وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. الأعراف: 85

    “Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabb-mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah Rabb-mu memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (al-A’raaf: 85)

    Demikianlah kenyataan dakwah para nabi di dalam sejarah mereka yang dise-butkan dalam al-Qur’an maupun dalam hadits yang shahih. Inti dakwah mereka adalah tauhid. Hal ini tidak seperti apa yang ditafsirkan oleh para politikus yang mengesankan bahwa dakwah para nabi adalah dakwah politik. Seperti pertikaian nabi Ibrahim dengan Raja Namrud, nabi Musa dengan raja Fir’aun dan lain-lainnya. Mereka mengesankan bahwa perjuangan para nabi tersebut adalah perjuangan pemberontakan dan perebutan kekuasaan. Seperti dalam buku yang ditulis oleh muhammad Surur bin Naif Zaenal Abidin “Minhaj al-Anbiyaa’ fi ad-Da’wati ilallah”. Namun alhamdulillah buku tersebut sudah dibantah oleh Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dalam buku beliau “Manhaj al-Anbiyaa’ fi da’wati ilallah fiihi al-Hikmah wal ‘Aql” (Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah, di dalamnya ada hikmah dan akal)” dan juga karya Syaikh Ahmad Salam dalam tulisannya yang berjudul “Nadharaat fii Kitab “Minhajul Anbiya’ fi ad-Dakwati Ilallah”” (Koreksi Ulang terhadap kitab “Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah)”

    Oleh karena itu sudah sepantasnya dakwah para rasul tersebut dijadikan sebagai teladan bagi seluruh dakwah-dakwah kaum muslimin yakni memulainya dari tauhid dan terus mengingatkan dengan tauhid. Karena semua dakwah yang tidak dimulai dengan tauhid dan tidak mementingkan tauhid selalu berakhir dengan penyimpangan dan kesesatan.

    Akan tetapi mengapa kaum muslimin harus tersinggung ketika diajarkan kepada mereka makna لا إله إلا الله Mengapa mereka harus marah ketika disampaikan bahaya kesyirikan-kesyirikan seperti tawasul kepada orang-orang yang sudah mati, jimat-jimat, perdukunan-perdukunan, atau mencari berkah di kuburan walisongo atau kuburan-kuburan lainnya, mencari jodoh di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti sumur tujuh, gunung kemukus dan lain-lainnya? Mereka selalu melecehkan dakwah tauhid dengan menjulukinya wahabi, tekstual, kaku, membuat perpecahan dan lain-lain. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

    Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan seluruh kaum muslimin kepada tauhid dan sunnah. Dan semoga hati-hati kita ditetapkan di atasnya sampai hari kiamat, amien.

    Sumber Penukilan:
    http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/

  49. wong dheso Says:

    Mas…mas jenengan hadir mboten di ” PENGAJIAN AKBAR ” di MASJID AL-ANSHAR,KOMPLEKS MA’HAD AL-ANSHAR SUKOHARJO,NGAGLIK SLEMAN,JOGJAKARTA TEMA PENGAJIAN AKBAR : PERAN HAWA NAFSU DALAM PERPECAHAN UMMAT

  50. wong dheso Says:

    Mas….mas nek pingin ngerti tenan woconen seng ngisi pengajian akbar neng http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1547

  51. katrok bangetz Says:

    terima kasih akhirnya comen saya di publish lagi…… untuk menjawab pertanyaan anda silahkan kunjungu situs http://www.masbahak.com/2009/12/katakan-kita-salafi-bukan-aku-salafi.html

    soal kafir mengkafirkan, maaf itu bukan ciri khas kami…..

    abu salafy 01>>

    Siapakah yg ana kafirkan wahai JT, siapa??? kami cuma mengatakan,
    *) JANGANLAH KALIAN MELAKUKAN IBADAH YG RASULULLAH TIDAK PERNAH MENCONTOHKANNYA!!!
    *) JANGANLAH KALIAN BERBUAT KE-SYIRIK-AN, YG DEMIKIAN ITU AKAN MEMBUAT ENGKAU MASUK NERAKA DAN AKAN KEKAL DIDALAMNYA KARENA MELAKUKAN KE-SYIRIK-AN AKBAR!!!
    *)TOBATLAH KALIAN DENGAN TAUBATAN NASHUHA SELAGI UDARA MASIH BISA KALIAN HIRUP DENGAN TENANG!!!

    Apakah yg demikian itu salah??? Apakah ana meng-kafir-kan kalian???

    Baca ini brur biar nt faham:

    http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/01/13/bahaya-mengkafirkan-sesama-muslim/

  52. katrok bangetz Says:

    astaghfirullah, kenapa antum menyebut orang muslim lainnya sebagai lulusan kebun binatang??? wala tal mizu bil alqob, bi’salismul fusuqu ba’dal iman….. bagaimana saya bisa percaya kredibilitas antum sebagai ahli ilmu kalau antum sendiri tak bisa menjaga adab2 sebagai orang yang berilmu????

    abu salafy 01>>

    mengutip:
    zainudin lc MA Says:
    December 5th, 2009 at 1:11 am e

    Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.

    Apa pantas seorang bergelar Lc bahkan MA mengatakan demikian??? Jangan salahkan ana, tanya sama teman antum itu, kenapa maki-maki orang seenak perut sendiri???

  53. rudi Says:

    Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)