Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh

Artikel ini merupakan kisah nyata dari ikhwan di Bawen (Ungaran - Semarang) yang diambil dari salah satu blog (http://mantanjt.blogspot.com/2009/02/pengakuan-mantan-jamaah-tabligh.html)
Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh
Ini adalah sebuah kisah nyata yang ana alami sendiri bersama Jamaah Tabligh selama 6 tahun, dulu ana merupakan salah satu pengikut dan pembela mati2an Jamaah Tabligh, sebuah jamaah baru dari india yg didirikan oleh syaikh Maulana Ilyas Al kandahlawi bersama teman dan keluarganya.yang sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Jamaah Tabligh memang sangat handal dalam mempengaruhi orang2 awam, kyai, ustadz, dan tentu dalam tanda petik “tidak semua”. mereka dulu sangat menyejukkan hati dan pikiran ana, namun setelah ana masuk lebih dalam secara kritis ternyata ana temukan penyimpangan2 yg luar biasa. sebenarnya ana sudah merasakan ketidak beresan dengan jamaah ini, 3 tahun setelah ana ikut dengan aktifitas mereka, namun ana coba utk berhusnudzon kepada mereka, karena mereka juga mengamalkan sunnah, dan mendakwahkan sunnah ( sunnah2 tertentu yg lazim, itupun sudah terkotori oleh bid’ah ).
Mengapa saya Keluar dari JT…???
Ini berawal ketika ana berinteraksi dengan empat manhaj ( manhaj tabligh, manhaj NU , manhaj ikhwani/hizbi dan manhaj Salaf),keberadaan ana dalam interaksi ketat antara keempat manhaj inilah yg membuat ana terpacu utk mencari kebenaran yg lebih rojih diantara 4 itu, silih berganti ana masuk kepada keempatnya, karena ana sejak dulu berkeyakinan, kebenaran hanya satu, dan golongan yg selamat pasti hanya satu (berdalil dari hadits iftiroqul ummah), dan ana harus mencari satu kebenaran itu, satu golongan itu… Ibaratnya ana seperti musafir yg mencari satu berlian yg langka di zaman ini. di NU ana dilahirkan dan dibesarkan, keluarga ana dari umi dan abah adalah NU tulen dari generasi ke generasi, saya sangat terwarnai pada waktu itu, Namun al-Hamdulillah meskipun demikian, saya berangkat dari pemikiran NU yg hanif, dimana abah tidak mau bertaklid dengan ke NU an meskipun beliau berpemahaman NU (asy’ariyah), beliau menolak sufiyah, dan tabaruk di kuburan. al-Hamdulillah sejak awal ana sudah ber basic seperti ini. Walaupun pemahaman abah sedemikian itu, namun ana juga pernah ziarah kekuburan wali (yg dianggap wali oleh mereka), namun ana langsung timbul pertanyaan, masa orang yg sudah meninggal bisa ngasih bantuan, menghubungkan dengan Alloh? Itu yg langsung terbesit dari benak ana. sampai pada titik klimaksnya ana kenal dengan Ikhwanul Muslimin di sekolah SMA ana dulu, Dan mulailah perbandingan pemahaman ana lakukan, melalui dialog dengan mereka dan berdiskusi dengan mereka, dan tibalah pada klimaksnya ana berittikad utk keluar dari keyakinan NU dan beralih pada pemahaman Ikhwanul Muslimin yg pada waktu itu mendirikan PK (Partai Keadilan), mulailah ana dengan interaksi, aktfitas PK ana sering ikuti, mulai dari kajian liqo’ sampai turun kejalan utk kampanye, setelah ana mengenal PK lebih jauh, ana berfikir kenapa begitu militan sekali mereka ini, sampai bikin sistem partai, padahal secara logika umat islam akan semakin terkotak2, maka dari sinilah ana mengenal jamaah tabligh di masjid kampung ana.
Dan melaui diskusi panjang lebar otomatis dengan basic pemahaman ikhwani dan NU yg masih merwarnai ana, sampai titik akhir ana merasa kalah dengan bujukan JT, pada waktu itu ana melihat JT lebih simpel, sifatnya menyatukan umat baik dari NU, Muhammadiyah, dll bisa masuk tanpa susah payah…inilah yg membuat ana tertarik pada JT. dan disinilah ana berlama2 sampai 6 tahun bergabung dengan mereka… suatu hari ana keluar 3 hari dengan karkun di daerah bawen bersama Orang tua halaqoh Bawen (Ungaran-Semarang) saat itu ana sudah bergabung selama 3 tahun dengan JT, dan ana sudah menikah, ana mencari kontrakan rumah dan ana di tawari di rumah karkun juga yg sudah belasan tahun ikut JT bahkan sudah pernah ke IP (IP = India-Pakistan, pada waktu itu tertib khuruj belum sampai ke Bangladesh tapi ke India dan Pakistan, sekarang ada tertib keluar 4 bulan IPB, India, Pakistan dan Bangladesh), ana putuskan mengajak istri ana tinggal di rumah karkun itu, dan alangkah terkejutnya ana ketika ana, ketika karkun pemilik rumah itu menyodorkan secarik kertas yg berisi amalan wirid agar di baca sebelum mendiami rumahnya. amalan itu adalah membaca Allohumma anzilni mubarokan wa anta khoirun munzilin sebanyak 4444 kali, tentu ana terima saja walaupun keyakinan ana berseberangan dengan dia, bahkan ana tidak mengamalkan amalan tersebut setelahnya, dan semakin terkejut lagi ketika di rumahnya yg super besar itu terdapat rajah2, jimat, hizib dan tulisan2 tanpa terbaca di setiap pintu, jendela, dan kamar yg intinya sebagai tolak kebakaran, tolak maling, tolak jin dll. istighfar ana tak habis2 saat itu, dan lebih anehnya lagi ketika itu ana sampaikan pada senior lain mereka justru tersenyum dan berkata… “satu hati saja…ga masalah”, dari sinilah ana mulai ragu… dan ana sampaikan pada teman2 karkun sehingga merekapun menyuruh ana keluar lebih lama yaitu 40 hari, dan akhirnya terwujud di jogja. Ana bergabung dengan beberapa karkun senior yg beristri wanita salafy ( murid Ja’far Umar Tholib) yg menjadi dosen di UAD jogja, dari sana ana yakin bahwa JT lebih bagus dari salafy, buktinya istri karkun itu seorang salafy, pada waktu itu ana terus bertanya2, kok bisa ya??? Padahal salafy kan kuat2 dalam berdalil dan menyesatkan JT, (pada waktu itu ana juga sudah kenal Laskar Jihad Ja’far Umar Tholib) dan juga sering berdebat dengan mereka dalam masalah agama dan membela JT, semua yg dituduhkan JT kepada salafy ana koreksi dan telusuri kebenarannya. Demikian juga dengan tuduhan salafy pada JT juga ana telusuri kebenarannya, saat ana dapat selebaran fatwa sesat JT dari ulama timur tengah, ana langsung ambil bantahan dari buku yg juga merupakan bantahan dari JT atas fatwa tersebut, yaitu sebuah buku karangan Abdul Kholiq Pirzada dari Mesir yg diterjemahkan oleh Ust. Masrohan Ahmad dari semarang (ust.JT) yg berjudul ” MAULANA ILYAS DIANTARA PENENTANG DAN PARA PENGIKUTNYA” (sekarang buku itu masih ada) berisi tentang fatwa terbaru dari ulama kibar timur tengah, disana juga disertakan ulama2 penentang dan pendukungnya, ana tidak merasa puas dengan buku itu karena masih rancu dan simpang siur, maka ana tanya kepada salah satu salafy, namanya Abu Umar Cilacap (semoga Alloh memberkahi kehidupannya) dari beliau ana belajar tentang manhaj salaf, belajar tauhid, belajar hadits shohih dan belajar tentang Iftiroqul Ummah, termasuk belajar amalan2 sunnah dan mengenali bid’ah. ketika ana sampai pada masalah bid’ah dan sunnah/ tentang manhaj 4 imam, luar biasa detailnya pembahasan ilmu ini sehingga dibutuhkan kematangan akidah, kelurusan akidah dan pelepasan baju fanatik golongan, ana pada waktu itu terus membuktikan ilmu yg ana dapatkan pada kajian salaf, kepada aktifitas JT selama ini dan ana mulai ragu dan ragu, semakina lama ana keluar khuruj dengan JT, semakin terbukti apa yg ada dalam ilmu salaf itu… bahkan ana sering ngajak karkun ngaji salaf dan banyak dari mereka menolaknya, dengan congkak mereka berkata “saya tidak mau ngaji salaf karena bikin orang suka hujat dan membid’ahkan” diantara mereka juga ada yg ngaji salaf namun berada pada kondisi seperti saya..yaitu ragu2 terhadap JT,
Suatu hari ana berdebat dengan seorang amir tentang masalah penyamaan Rosululloh dengan kodok, dan ana terkejut ketika mereka bilang yg penting niatnya bagus, berikut nukilan tulisan ana atas kejengkelan ana pada penyamaan itu yg juga ana tulis di comment blog JT dan salafi :
“Ana punya banyak pengalaman di JT yg sangat membuat saya naik darah dan naik pitam, walaupun ana dulu belum keluar dari JT, yaitu ketika amir shof bayan maghrib amir itu menyamakan Nabi Shollallohu’alaihi wasallam dengan kodok (na’udzubillah) mereka bilang” Nabi muhammad ibarat kodok yg hidup pada dua alam yg memperingatkan ikan2 agar tidak mau terpancing kail manusia ( keduniaan), begitu juga Nabi juga memperingatkan manusia karena ia pernah melihat neraka dan syurga,sekaligus hidup didunia bercakap dengan manusia memberi nasehat pada manusia yg lain.” alangkah murkanya saya ketika amir itu setelah ana luruskan malah bilang yg penting niatnya baik, dia bilang innamal a’malu biniyyat” bahkan saya dituduh membuat tidak satu hatinya jamaah yg ikut khurj karena mendebat amir. ini pengalaman ana ketika ana khurj di wilayah ungaran jawa tengah.
Orang tua halaqoh Bawen (senior tabligh di Bawen Ungaran-Semarang), pernah memberi ana amalan membaca Allohumma anzilni munzalan mubarokan wanta khoirul munzilin sebanyak 4444, karena ana baru mau menempati rumah kontrakan miliknya. dan ana juga mendapati di jendela2 pintu2, ada azimat dan rajah/hizib serta macam2 lafadz tak terbaca yg katanya untuk tolak balak. ini ana alami sendiri, jadi jika mereka menyangkal mereka tidak melakukan kebid’ahan dan kesyirikan dan bahkan pernah ngaku bukan sufi, itu karena mereka tidak tahu menahu dengan JT itu sendiri. bagaimana mungkin Jamaah yg mengaku menghidupkan sunnah mengajarkan wirid bid’ah, amalan kencing berdehem dan berjingkat, menjilati jari ala mereka dengan membaca doa tertentu setelah makan, katanya supaya tangannya bisa kuat saaat menghadapi lawan (pukulan brojo musti) ini ana dengar dan ana alami sendiri bahkan ana dulu ikut mendakwahkannya.
Ketika ditanya ilmu jawabanya ngawur
*Ana pernah bertanya pada mereka tentang islam, maka mereka menjawab Islam itu : syariat, hakikat,ma’rifat. (sama dengan kitab buathil al hikam sufiyah) dan bahkan dalam takrir yg diulang ulang dalam tertib dan buku panduan tabligh mereka mengatakan ahli thoriqoh (sufi) bagi mereka adalah termasuk tiang / pilar agama islam yg jika tidak ada maka akan robohlah Islam (na’udzubillah). Nah anehnya ketika saya tanyakan apakah mereka sufiyah mereka bilang tidak, kami hanya belajar dari thoriqohnya sufi (bingung kan?) dilain tempat ana tanya karkun jogja, apa antum tau bahwa kita harus menghormati orang sufi, mereka menjawab saya bukan sufi tapi orang Islam. Tidak ada kaidah yg baku karena mereka berkata tanpa kesatuan hati dan fikir sebagaimana yg mereka gembar gemborkan, kalaulah dia sehati dan sefikir itu apabila dalam tertib2 tabligh aja sedangkan masalah tauhid mereka menyerahkan pada masing2 yg diyakininya, ini kan repot dan bahaya…ya ana langsung mengadakan studi kritis dengan keluar 4o hari dan hasilnya ana semakin kuat untuk segera keluar dari JT, dan sampai sekarang ana sudah bertaubat dari pemikiran dan aktifitas JT (ini saya nukil dari perjalanan kisah saya bersama JT)”
Demikianlah ya ikhwah setetes dari lautan pengalaman ana di Jama’aah Tabligh, semoga bisa menjadi pintu hidayah (setelah rahmat Alloh SWT) bagi kita semua untuk mengenal manhaj Salaf yang mulia dan Istiqomah diatas manhaj Salaf ini sampai ajal menjemput.. Amiiin
Last 5 posts in aqidah
- Satu Celupan Menghapuskan Segalanya - July 21st, 2010
- Penjelasan Islam Mengenai Tukang Ramal, Dukun, Paranormal [Atas Matinya Mama Lauren] - May 21st, 2010
- Al Hamdulillah kupanjatkan syukur kepada Allah ketika mendengar berita Mama Lauren Mati - May 20th, 2010
- Pelajaran dan Nasehat dari Peristiwa Bentrokan Berdarah di Kuburan “Mbah Priuk” - April 27th, 2010
- Tiga Landasan Utama - April 16th, 2010



October 5th, 2009 at 9:34 pm
Mana suara kalian wahai pembela JT, mana???
Semoga Allah membuka pintu hidayahnya kepada antum semua setelah membaca perjalanan seorang yg Allah Azza wa Jalla memberinya hidayah
Ini bukti nyata tentang “KHURUJ”nya seorang pengikut JT dari jemaahnya. Semoga beliau dimatikan oleh Allah Tabaraka wa Taala dalam keadaan demikian
Amin amin ya Rabbal ‘Alamin.
October 13th, 2009 at 1:36 pm
Kalau Cerita Mantan Salafy yang hijrah ke JT ada apa tidak ya?
October 13th, 2009 at 8:33 pm
Bismillah. alhamdulillah ana dulu juga jamaah tabligh,sekarang demi Allah ana juga sudah tobat.dan ikut kajian di BNI 46 &Masjid garuda cipondoh.
October 15th, 2009 at 3:45 pm
Penilaian yang sangat subjectif, kalau ketika meneliti orang salaf banyak juga yg ilmunya kurang dan bodoh ato ikutan. Inilah kelompok oprang yg cngkak dan sombong dengan ilmu. menilai jamaah berdasarkan orang… Orang salafy analisator rendahan dan sering peragu…makanya saya tobat dari mengikuti orang salafy
October 23rd, 2009 at 7:31 pm
Berkah Allah Alhamdulillah setelah mengenal dakwah salafiyah terbukalah mata hati hingga bisa memahami kebobrokan firqoh seperti JT ini ataupun IM yg sempat ana terjerumus kedalamnya dan hampir menyeret ke faham khawarijnya MMI..!!
October 29th, 2009 at 10:05 am
assalamualaikum…
mavv sebelum’y…
saya cuma anak umur 18 th yg gag tau apa2….
yg jelaz saya liat blog ini ,,,saya langsung NANGIS…!!!!
yg ada di dalam otak saya “kenapa islam jadi pecah belah”!??
sekarang antum “abu salafy01″ antum mengaku penuntut ilmu…
apa antum mampu untuk menyatukan umat dengan ilmu yg antum pelajari..
bukan’y saya mau membagus2kan JT..
tapi saya liat dengan mata saya sendiri,,,kalo JT ntu mengajak orang2 untuk salat berjamaah di masjid..dengan mendatangi umat dari pintu ke pintu…
tanpa imbalan,gag minta uang,,
apakah mengajak orang salat berjamaah di masjid itu sesat seperti yg antum katakan!?
dan yg di lakukan JT itu lebih efesien,krn mereka terjun ke masyarakat langsung..
dan satu lagi,,,
saya minta maaf bgt sebelum’y sama org2 salafy,,
sy gag niat menjelek2an kalian..
tapi ini hal yg saya alami sendiri,,,
saya bertemu dengan orang salafy..
saya liat dia waktu salat gag pake penutup kepala/peci..
bukan’y pake peci sunah!?
saya pernah denger ulama bicara..
“gunakan satu mata mu utk melihat kebaikan orang lain..
dan satu lagi untuk melihat keburukan mu”
sekarang menurut saya antum melihat hanya keburukan JT saja,,,
antum gag liat kebaikan’y!?
apa antum merasa lebih baik dari JT…!?
saya bukan JT,bukan juga salafy…
tolong di jawab pak “abu salafy01″
saya minta maaf kalo ada salah ngomong ,sya cuma anak umur 18th yg gag tau apa2…
wassalamualaikum..
November 4th, 2009 at 4:09 pm
Betul..betul..
Salafy kan sudah bayak yang alim dan hafidz sehingga semua amalnya betul otomatis.
Sahabat2 dulu belum ada yang hafiz 30 jus, syariatpun masih sedikit didapat. Mereka berhijrah ke Madinah lalu di Madinah membentuk jamaah2 dakwah dan juga jamaah perang. Sejak jaman Nabi SAW hingga para tabi’in secara terus menerus membentuk rombongan2 dakwah dan perang ke seluruh dunia. Hasilnya kita jadi kenal Islam deh. Untungnya sahabat rhum mau berhijrah dan mau mendakwahkan agama. Untung… untung kita inikenal Islam.
Hari ini salafy sudah pade hafis 30 jus dan ribuan hadis bahkan paling faham dan paling benar dibanding jamaah lainya. Berarti lebih pinter daripada sahabat saat hijrah
Semestinya jamaah2 seperti jaman Nabi SAW dan para Shahabat rhum segera dibentuk untuk mendakwahkan agama ke negeri2 kafir dan jika perlu bawa pasukan perang untuk menhancurkan musuh Islam.
Buruan kita mau gabung nih…
Kalo ga buat seperti membentuk jamaah dakwah atau jamaah perang seperti shahabat, salafy ikut siapa ya?
November 4th, 2009 at 4:22 pm
Jadi dakwah yang benar seperti apa ustad?
Islamnya atau taubatnya seseorang karena diajak JT tetep ga diterima Allah ya Ustad?
Berarti sebagian besar orang Indonesia, Islamnya ditolak dunk karena belum sempat ketemu dakwah salafy?
Saya baca bukunya Haikal, dijaman Umar ra ada banyak pasukan yang sudah bertahun2 ikut dakwah dan Jihad sama sekali belum bisa baca Bismillah atau syahadat karena begitu masuk Islam langsung sibuk perang. apalagi membahas sunah dan bid’ah. Tetapi Umar ra dan sahabat2 yang menjadi amir pasukan sangat menyayangi dan menghormati mereka. Tidak pernah para shahabat mencaci mereka atau menyuruh pasukanya datang ke Madinah untuk jadi hafiz atau paham sunah-bidah.
Gimana nih?
November 4th, 2009 at 4:24 pm
Jadi dakwah yang benar seperti apa ustad?
Islamnya atau taubatnya seseorang karena diajak JT tetep ga diterima Allah ya Ustad?
Berarti sebagian besar orang Indonesia, Islamnya ditolak dunk karena belum sempat ketemu dakwah salafy?
Saya baca bukunya Haikal, dijaman Umar ra ada banyak pasukan yang sudah bertahun2 ikut dakwah dan Jihad sama sekali belum bisa baca Bismillah atau syahadat karena begitu masuk Islam langsung sibuk perang. apalagi membahas sunah dan bid’ah. Tetapi Umar ra dan sahabat2 yang menjadi amir pasukan sangat menyayangi dan menghormati mereka. Tidak pernah para shahabat mencaci mereka atau menyuruh pasukanya datang belajar ke Madinah dulu untuk jadi hafiz atau paham sunah-bidah baru kemudian boleh ikut jamaah perang.
Gimana nih?
November 8th, 2009 at 7:13 am
Kisah Nabi Musa yang mengikuti Nabi Khidir ada ngak ya.
November 8th, 2009 at 7:25 am
INGAT JANGAT MENGAMALKAN APA YANG ANDA LAKUKAN SELAMA DI JT SEPERTI ADAB-ADAB,MUSYAWARAH,MUZAKAROH,MEMBENTUK HALAQOH,MENGAMALKAN SHOLAT ISROQ,TAKLIM KELUARGA,TAKLIM MASJID.
November 8th, 2009 at 3:27 pm
Saya juga punya kisah mantan Salafi yang sudah hijrah
November 8th, 2009 at 3:40 pm
Saya juga mendapat tulisan mantan JT yang ngaji di Salafi tulisan tersebut membahas tentang sholat ISROQ padahal sholat ISROQ terdapat juga di Fadhilah Amal ternyata sholat ISROQ di shohehkan oleh Ulama Besar anda Syaikh Albani dasn sampai sekarang saya masih menyimpan tulisan tersebut ,juga di Kitab MUNTAKHAB AHADITS ada amalan sholat TASBIH juga di shohehkan Syaikh Albani
November 9th, 2009 at 12:51 am
Saya dulu saya pernah di bleyeri pakai sepeda montor sama orang Salafi ketika saya sedang zikir habis sholat subuh di masjid waktu itu Salafi belum menemukan dalilnya sholat ISROQ dan mungkin waktu itu pengakuan mantan tabligh belum ikut Salafi dan waktu itu juga Salafi belum terpecah
November 9th, 2009 at 12:20 pm
Saya kenal Salafy sebelum terpecah dan ikut ngaji juga di daerah Dewan Jogjakarta ketika kajiannya sudah menunjukkan jam 21.00 WIB di kenthongi sama petugas ronda tanda kajiannya di hentikan
November 9th, 2009 at 12:28 pm
Saya tidak akan terpengaruh dengan tulisan ini
November 11th, 2009 at 11:39 am
baarokallohu fikum akhi
semoga apa yang antum tulis menjadi ibroh yang sangat berharga bagi mereka yang masih berkutat dengan pemikiran menyimpang JT! aaamiin
Emang betul, mungkin hanya orang-orang salafy saja yang sangat peduli akan saudara seagamanya yang terjerumus ke dalam pemikiran menyimpang, saking sayangnya, mereka rela untuk dicaci, dimaki, dilecehkan, hanya karena menyadarkan agar kembali ke pemahaman yang murni, bersih dari kotoran-kotoran bid’ah, untuk ilyas yang katanya masih berumur 18 tahun (ga tau jujur atau cuma omdo) belajarlah agama yang bener, pelajari islam dari sumbernya yang murni, yaitu dari Rasulullah صلى الله عليه وسلم yang difahami dan dilaksanakan oleh para sahabat, mudah-mudahan bermanfaat. Wallohu a’lam.
November 13th, 2009 at 1:04 pm
Kalau mengadakan Pengajian Akbar boleh ngak ya apakah ini termasuk bid’ah
November 13th, 2009 at 8:15 pm
ass. ust
sbelumnya sy mnta maaf..
sy ini kurang pemahaman agama.
sy ingin bertanya ustaz
jd bgmn orng yg diajak JT untuk solat dan dia mengikutinya..?
apakah org yg diajak itu trmesuk bidah jg?
November 15th, 2009 at 3:43 pm
Lihat saja pembahasan masalah bid’ah di You Tube-Bid’ah Itu Bukan Hukum
November 15th, 2009 at 3:58 pm
Kenapa kok di suruh buka kajian di http://salafy.or.id kok tidak di suruh buka juga di http://muslim.org.id
November 16th, 2009 at 3:44 am
Mempelajari ilmu agama kok di suruh membuka kajian di http://salafy.or.id/ kok tidak juga di suruh membuka http://muslim.org.id/
November 16th, 2009 at 10:42 pm
Nah ketahuan nih anda mengatakan yang lain …
November 18th, 2009 at 8:54 pm
ass…
bukn’y mau bela JT…
knpa sii harus jt yg di debat sama “salafy”,,,!?
padahal bnyak muslim2 lain yg lebih sesat sperti “ahmadyah”
November 18th, 2009 at 8:57 pm
maaf boleh tau alamat rumah antum gag!!!
ane mau ktemu….
November 19th, 2009 at 2:56 am
kisah itu sifatnya subyektif jadi kalau di pakai sebagai landasan anda mengatakan bahwa JT adalah sesat dan yang sesat akan masuk neraka, itu saya rasa tidak bisa di terima oleh semua pihak. coba anda mencari orang yang berpandangan JT itu sesat, pasti akan anda jumpai sedikit saja, terbukti komentar2 yang ada di sini, kebanyakan mendukung JT, itu kenapa? karena mereka menilai dengan kaca mata yang obyektif, hal yang saya kritik dari anda di sini adalah anda cenderung menganggap apa yang di katakan oleh orang lain adalah salah, makanya akhi, menimba ilmu itu jangan setengah-setengah, jangan cuma dari orang yang mengklaim dirinya sebagai salafi saja, pelajari islam secara keseluruhan jangan separo paro, disana ada orang yang menganut faham asy’ari, disana ada yang menganut madzhab maturidi, apa mereka salah ketika mereka berbeda pandangan dengan salafunassholih tentang ayat-ayat mutasyabihatnya? tidak… mereka semua adalah benar selama mereka dalam satu kaidah ushuliyah dalam interprestasi kalam Ilahi itu,
disana di pakistan, bangladesh banyak orang yang bermadzhab hanafi yang mewajibkan shalat witir, yang mewajibkan sholat ‘ied.. di indonesia kebanyakan bermadzhab syafi’i. yang mensunahkan qunut… kenapa para imam itu sndiri berbeda pendapat padahal sumbernya 1 alqur’an dan alhadist… karena beda dalam penafsiran beda ijtihad beda kapabelitas, dari sinilah timbul upaya muqoronatul madzhab…. mana yang rojiih menurut seorang mujtahid itulah yang akan diambilnya sebagai way of life nya….
kesimpulannya, kita pasti berbeda dalam memahami islam ini, pasti tidak satu suara, satu garis pasti ada yang berbeda, perbedaan itu terlahir dari perbedaan kemampuan kita dalam memahami sumber islam itu sendiri, jadi jangan menyalahkan orang lain yang telah berijtihad dan mengamalkan apa yang di anggap benar oleh mereka, kalau anda seperti tu berarti anda ta’aassub dengan salafi, hanya memandang benar apa yang anda anggap sebagai hasil anda dalam memahami islam itu sendiri…..
soal JT, lebih baik anda menanyakan kepada khalayak umum atau melakukan surfey dengan berbagai pihak, jangan surfeynya dengan sebuah kisah yang sifatnya subyektif, metode anda seperti ini kalau anda dalam menulis sebuah tesis pasti ditolak secara langsung karena anda memberikan bukti yang sifatnya subyektif, alias satu kaca mata….
November 19th, 2009 at 2:10 pm
loh, koq gini sih…. lha di suruh surfey koq malah menyalahkan manusia yang disurfey, apa lagi menambahkan dalil yang bukan pada tempatnya, kebanyakan manusia memang bodoh ketika di bandingkan dengan hukum Tuhan, tapi ketika memandang dan menghukumi sebuah perbuatan justru kita yang di tuntut untuk mengetahui kondisi dan keadaan yang bertanya tentang hukum itu, saya misalkan begini ada seseorang yang bertanya tentang hukum melihat fil misalnya, kita sebagai mujtahid tidak langsung mengatakan ini haram… tanpa melihat bagaimana kondisi penanya, disinilah arti pentingnya surfey penanya. apakah dia fi halati dlarurah atau tidak…. disinilah peran maqoshid syariah berlaku….
emang bener… susah berdebat dengan orang yang sudah taassub…. saya katakan nt menyelidiki JT jangan setengah setengah, apa lagi hanya dengan secuil cerita yang konon cerita itu sifatnya relatif, ngga usah di buat sok dramatis gitu lah…. surfey akhi…… jangan mau di perdaya sama orang2 yang mengakui dia salafi saja…. surfey bukan berarti menuhankan manusia… bukan… tapi mengetahui realita yang ada kemudian mengambil sikap yang sesuai….
November 19th, 2009 at 6:16 pm
salafi itu marhalah zamaniyyah mubarokah wa laisa madzhab min madzahibil islami…. bukan madzhab akhi…. kalau kita katakan salafi itu adalah madzhab apa buktinya???? Nabi –>> Sahabat –>> tabiin –>> Tabiut tabiin –>> ulama’ 4 madzhab…. dan sampai kepada kita… jadi kita semua salafiyin.. bukan cuma nt…. kita umat islam di muka bumi ini termasuk 1 manhaj, manhaj Nabi…. selama tidak keluar dari ushul2 pokok yang telah di sepakati dalam islam….
saya curiga anda ini bukan seorang muslim (maaf) dari kata-kata anda mencerminkan seseorang yang sangat benci sekali dengan non salafi… apakah seperti itukah pribadi seorang muslim yang diajarkan alqur’an dan al hadits…..
November 20th, 2009 at 11:10 pm
Al-Ustadz abu g…… (eh maksude enyong abu salafy), yang smg mau mengajarkan orang seluruh dunia dengan ilmu salafiy-nya. Kalau orang yang ikut dakwah tabligh wafat mampu mengucapkan 2 kalimat syahadat dengan mudah & sempurna, apakah dia orang “sesat & bid’ah” yaaaaaaa? masuk neraka apa surga tuh Tadz? Tp menurut ente Org dakwah sesat berarti masuk neraka dooong?
Mbok kl punya ilmu itu disebarkan ke orang2 yang nyata2 melakukan bid’ah,spt: ga sholat, mabok2an, zina, dll. Banyak bgt tuh yg blm kesentuh, jangan ngaji doang ga diamalin & disampaiin, bakalan sombong tuh. makanya jelek2in orang dakwah mulu!!!!! Takut kesaing orang dakwah pa??????????
November 21st, 2009 at 2:09 am
AYO PADA NGAJI DI http://salafy.or.id atau di http://muslim.org.id di daerah saya ada mantan JT ikut salafy tapi masih mengamalkan amalan ketika di JT
November 22nd, 2009 at 5:35 am
Saya menyaksikan sendiri mantan JT mengamalkan kembali amalan yang di tinggalkan selama 15 tahun
November 23rd, 2009 at 11:41 am
Situs ilmu yang anda katakan yang lain…kalau yang ini gimana http://hadith.al-islam.com/Bayan/Tree.asp?Lang=ind&ID=929 setelah melihat situsnya coba kamu baca kitab ” MUNTAKHAB AHADITS “
November 23rd, 2009 at 1:12 pm
Antum itu mengalami gangguan jiwa, karena membanding2kan ajaran ini an itu, membuat jiwa anda resah dan gelisah…
Di ditu setan memasuku jiwa anda
Sumuanya adalah bagus
Undzur ma kola wala tandzur man kola
Jamaah apapun pasti ada kekurangan, baik itu NU, MUHAMMADIYAH maupun JT
karena yang sempurna addalah Rasulullah dan sahabat2nya dst Wali dll
JT juga ada yang berilmu tinggi juga ada yang masih belajar
semua adalah proses…..
Soal hizib, wafak, rajah dll
itu namanya ilmu Hikmah yang terpisah ilmunya dari JT
Coba antum carti referensi soal Ilmu Hikmah
Imam Al Ghozali juga punya kitabnya
Namanya Al Awfak………
Gitu ya?
Ammar S.Psi
November 23rd, 2009 at 1:14 pm
Yang penting yakin dan percaya tak aa kekuatan selain Allah….
Nabi Sulaiman pun juga punya cincin
ketika cincin nya d pakai iblis iblis itu karena asbab cincin toat sulaiman …
November 24th, 2009 at 9:21 am
Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Alhamdulillahu Wahdah, Wassholatu wa sallam Ala Nabiyina Muhammad Wa “ala alihi Washabihi Ajma’in.
Ana adalah mantan Jam’aah Tablig, ana ikut JT sejak Tahun 1998 ketika itu ana masih Sekolah di salah satu MTs, Negeri di Desa Mopuya, Kec. Dumoga Utara ( Sekarang ), Kab. Bolaang MOngondow -Sulawesi Utara, kelas 3. Ana’ termasuk yang biasa disebut Karkun ( gelar bagi anggota JT ), sebagai Awwalun ( Gelar bagi orang yang pertama kali masuk JT dengan menyandarkan pada Firman Allah dengan pemehaman yang sesat ). Di bawah oleh Amir JT Gorontalo ketika itu Ustt. Hamzah, dan yang pertama kali menyambut ajakan beliau untuk bergabung adalah Ana’ sendiri, Sepupu ana’ dan Haji Jono’ ( sekarang menjadi Jumidar : Penanggung Jawab JT, di markas mereka ). Karena kejahilan terhadap agama disertai keinginginan yang kuat untuk menegakkan ajaran-ajaran Islam maka ana menjadi orang yang sangat getol dalam menjalankan da’wah JT serta berupaya dengan keras baik melaui perdebatan dan diskusi melakukan pembelaan terhadap JT. Keluarga anapun ana ajak dan seketika itu banyak keluarga ana yang terpenguruh yang oleh keyakinan ana ketika itu mereka dipilih oleh Allah. Jujur ana akui bahwa keyakinan yang ana rasakan ketika ikut JT adalah menganggap orang lain selain anggota JT bukan pengikut sunnah Nabi meskipun dia seorang Ulama’, Ahlul Ilmu’, Taat Ibadah, berpegang teguh terhadap sunnah. Selama mereka belum Khuruj 3 hari dalam sebulan, 140 hari dalam setahun dan 4 bulan seumur hidup maka mereka bukanlah pengikut nabi. Kami bahkan didoktrin bahwa ” dalam usaha da’wah ini Allah memilih kita yang bodoh-bodoh, bukan Ulama’ Ustadz atau da’i, nanti ketika semua umat ikut JT baru Allah akan memilih para Ulama maka beruntunglah bagi yang ikut awal-awal dan kita jugalah yang disebut awwwalun dalam Al-Qur’an” Subhanallah ini sangat bertentangan dengan firman Allah, “Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah adalah Ulama.” Kami bahkan berani berdebat dengan Ulama dan Melalaikan dalil-dalil baik dari Ayat-ayat Al-Quran atau dari Hadits-hadits yang Shohih. Jika ada yang mencela kami dan menasehati serta memperingatkan kami agar meninggalkan kebid’ahan yang kami lakukan maka AMIR jamaah kami mengatakan bersabar sesungguhnya dia belum dipilih oleh Allah, Nabi juga begitu, mungkin amalan kita belum sungguh-sunguh dan lain sebagainya.
Tahun 1999 ana lulus dan melanjutkan di SMK Negeri 1 Gorontalo, disini ana konsisten terhadap gerakan JT dan giat mengajak orang untuk Khuruj dan mengamalkan Ajaran-ajaran JT, bahkan ana membeli buku Fadhilah Amal dan mewakafkannya kesalah satu mesjid di Depan Terminal Andalas 1942, InsyaAllah para Jam’ah distu masih kenal ana sampai sekarang dan mungkin mereka belum mengetahui khuruj-nya ana dari Ajaran SESAT JT. Ana Aktif menghidupkan amalan-amalan JT baik dirumah maupun Dimesjid, mengajak anak-anak muda untuk Khuruj, dan tidak pernah mendalami ajaran Agama, Sehingga banyak fenomema maksiat yang dilakukan oleh Karkun JT meskipun mereka sementara khuruj atau masih aktif, mereka merokok meskipun dimesjid, pacaran, dll.
tahun 2001 ana lulus dan melanjutkan studi di Al-Birr makassar. disini ana mendapatkan berbagai macam penyimpangan baik dalam aqidah, Ibadah , mapun muamalah. semuanya diselewngkan berdasarkan hawa nafsu mereka. Bahkan dalam salah satu buku fadhilah amal mereka menggunakan Referensi Syekh. Akbar Ibnu Arabi yang telah dikafirkan oleh Ulama Ahlussunnah. mereka berkeyakinan Kasyaf bahkan bisa mengetahui orang masuk syurga atau tidak. Astagfirullah. itulah sebagian dari penjelasan ana masih panjang lagi namun akan ana sambung lain waktu.
November 25th, 2009 at 4:22 am
mana nih jawabannya koq di tunggu2 ngga ada…. saya ingin berdiskusi lebih lanjut tentang salafi
November 26th, 2009 at 12:50 pm
Saya kenal JT sekitar 1989 dan kenal Salafy waktu Salafy belum terpecah sekitar tahun 1992 di Kitab Fadhilah Amal ada amalan sholat ISROQ ternyata telah di shohehkan oleh Syaikh Nashiruddin Albani Ulama besar anda,pada tahun 2005 saya di dakwahi sama orang Salafy baru tentang sholat ISROQ tapi saya diam saja,pada tahun 2007 ada orang Salafy menghamalkan sholat ISROQ dan pada tahun 2009 saya menyasikan sendiri mantan JT mengamalakan kembali amalan sholat ISROQ tapi belum waktunya.
November 29th, 2009 at 11:07 pm
Assalamualaikum Wr Wb,
Tuan2 Yg Mulia Insya Allah Bulan Desember Ada Musyawarah Indonesia
Di mesjid Jami Kebon jeruk Dan Bulan Januari Ada Zord Kudama Di
Pesantren Al Fatah,temboro Magetan.Mari Sama2 Kita Berdoa Mudah2an
Kita Di Pilih Oleh Allah SWT Untuk Di Kirim Ke Seluruh Alam.
Untuk Saudara Sesama Muslim Dulu Ana Gak pernah Sholat Di Mesjid,
Ana Sholat Di Rmh Pun Jarang2.Di Mesjid Ana Tinggal Ada Bbrp Temen
Ana Yg Ikut Kajian TAPI TIDAK ADA SATUPUN YANG NGAJAK ANA SHOLAT.
ANA PERNAH UCAPIN SALAM TAPI DIJAWAB PAKE SENYUM.APAKAH ORANG
ISLAM SPT INI????HANYA MEMIKIRKAN KELOMPOKNYA,KRN SETAHU ANA
NABI MUHAMMAD SAW RISAU KPD SELURUH UMATNYA.
Alhamdulillah Tak Lama Berselang Rmh Ana Ada Yd Datangi Utk Ajak
Sholat Ke Mesjid,Ana Tidak Kenal Orang Itu.Tapi Dia mengajak Umat utk TAAT KEPADA ALLAH SWT MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH SAW.
Alhamdulillah Ana Skrg Sdh Ikut Ambil Bagian Dalam Usaha Dakwah.
Buat Saudara2ku Sesama Muslim Mari Sama2 Kita Keluar Di jalan Allah SWT
Untuk Bergerak Dari Kampung2,Kota2 Dan Antar Negara.
Insya Allah Semuanya Bersedia,Insya Allah.
Andi Hairul Amrijadi
November 30th, 2009 at 1:55 pm
assalamu’alaikum….
kepada saudara-saudaraku yang seiman….marilah kita bersatu untuk terus berdakwah…untuk salafy apakah anda sanggup menjamin semua pengikut jamaah tabligh (baik yang masih hidup ataupun mati dalam JT)akan masuk neraka…dan ini anda pertaruhkan dengan tempat anda diakhirat kelak…
December 1st, 2009 at 6:36 pm
Astaghfirullah, saya adalah mantan pengikut salaf, pada awalnya saya sangat tertarik dengan semua yang dipahami oleh orang salaf tentang sunnah, tapi pada suatu kesempatan seorang ustadz salaf memberikan satu doktrin yang sangat mengagetkan untuk saya (karena sejak usia 4 tahun saya sudah belajar agama pada ayah saya) yang menyatakan bahwa “orang islam yang tidak sepaham dengan kita (yang katanya salaf) adalah bid’ah dan sesat”. saya langsung berpendapat sombong sekali paham ini. bukankah sombong sifatnya setan? merasa paling benar! Naudzubillah! Akhirnya saya ikut dengan jemaah gerakan Iman (yang kata orang2 salaf sombong “Jemaah Tabligh”), ternyata apa yang dikatakan “orang Salaf” tentang JT itu salah besar! silahkan anda baca dan terjemahkan Al Qur’an At taubah ayat 20 s/d 24. insya Allah pikiran anda akan terbuka tentang jema’ah gerakan iman ini. “kalau anda belum pernah makan duren, bagaimana anda bisa tahu bahwa duren itu enak rasanya”. secara pribadi saya tetap kagum dengan kekompakan kelompok anda dalam memegang sunnah, tapi tolong jangan nodai dengan kesombongan dan kecongkakan anda tentang ilmu! Jemaah Gerakan iman yang anda sebut JT pun adalah jemaah yang memegang sunnah sampai hal2 yang terkecil, tapi bukan hanya hal itu yang kami kedepankan, tapi bagaimana caranya agar agama ini wujud pada setiap umat dewasa ini, seperti yang Rosulullah SAW risaukan sampai akhir hayatnya. terakhir saran saya, Agama bukan untuk diperdebatkan Bung, tapi untuk di da’wahkan!!!!!!! wassalam
December 2nd, 2009 at 8:48 pm
Alhamdulillah ana diberi kesempatan oleh Allah jalla jalaluh untuk hadir dlm ta’lim yang sering diajar oleh ustadz2 Salafi..sampai pernah menghadiri Dauroh Masyaikh yg diadakan di Jogja..tapi bedanya kalo ngaji di salafi baru tataran teori..kalo pengamalannya masih jauh..contoh kasus:Pak polisi di jogja sekitar awal tahun 90an(salafi belum terpecah2)ditanya orang..Pak bedanya apa sich orang2 yg ngaji di kaliurang sini(markaz da’wahnya usaha Da’wah alias JT) dgn orang2 yg ngaji di kaliurang sana?(tempat ngajinya org Salafi jaman doloe)..jawab Pak Polisi:kalo org2 yg ngaji disini(markaz JT) kalo ketemu saya selalu tersenyum dan ngucapin assalamualaikum..tapi yg disana(Salafi) kalo ketemu saya wajahnya manyun/muram……ajiib kan,pak Polisi aja bisa membedakan antara JT yg ramah sesuai sunnah dgn salafi yg muram seperti……apalagi Malaikat pasti bisa membedakan siapa muslim yg ikut sunnah dgn muslim yg mengaku2 mencintai sunnah…
December 2nd, 2009 at 10:59 pm
Ass, akhi… Istighfar dgn mencari2 dan mengorek aib orang lain. Abu bakar r.a setiap malam muhasabah dirinya, berapa banyak perkataan yg tidak bermanfaat hr ini.. Do’alah malam hari, ya Allah..Seandainya salafi ini benar, mudahkan sy mengikutinya, ya Allah.. Seandainya tabligh ini benar,mudahkan sy menjalaninya.Amin hu Allah hu alam
December 3rd, 2009 at 5:24 pm
Saya sebenarnya sanggup menceritakan Salafi dan mantan JT tentang amalan di masjid tapi ini termasuk aib maka tidak akan saya ceritakan biarlah Allah Yang Tahu perbuatan Salafi dan mantan JT karena sampai sekarang masih sholat berjamaah sama Salafi dan mantan JT entah di masjid UGM dan masjid kampung daerah saya
December 4th, 2009 at 1:23 pm
kita emang seharusnya kembali ke ajaran salaf yang meninggalkan apa yang tidak diajarkan oleh rasululloh, banyak kita lihat cara-cara beribadah yang tidak dilakukan rasululloh saw. contohnya mimbar masjid pada jaman nabi saw yang tidak terhalang sehingga terlihat tubuh nabi saw ketika khotbah, sehingga mimbar yang tidak sama seperti itu jelas bid’ah (ya kan mas abu salafy), nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat (ya kan mas abu salafy), contoh diatas adalah sesuatu yang di ada-adakan sehingga sesuai dengan pemahaman kita kaum salafi yang benar-benar meninggalkan apa yang tidak dilakukan nabi saw…hidup salafi.
December 5th, 2009 at 1:11 am
Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.
December 5th, 2009 at 9:35 am
masya Alloh.bagus ya kita umat muslim saling menghujat,tau ngak kalian org kafir mengejek kalian.
kalian harus pahami itu???
kalau begini umat nabi,bagaimana mau dapat hidayah,malah jadi penghambat hidayah buat org lain.
kita harus bertanggung jawab itu kpd Alloh.
December 5th, 2009 at 9:40 am
Asslm…………..
wahai saudara ku nggak capek kalian saling menyalahkan.
ini namanya bukan debat tapi saling menghujat.
sadarilah saudaraku orang kafir menertawakan kita apabila membaca blog ini.
dengan mudahnya org kafir mencincang kita.
ingat saudaraku kita ini umat rasululloh saw,pernahkah rasululloh mengajarkan seperti ini????
cpt2 minta apun sama Alloh&minta maaf lah kepada saudara2 kita yang kita hujah dengan tdk baik.
December 5th, 2009 at 1:28 pm
Ustadz Salafi 01, 02, dst….
saya tidak pernah merasa bodoh telah memutuskan untuk ikut JT, justru saya malah merasa telah mendapatkan hidayah Allah, dan Insya Allah ini jalan yang benar, jalan yang lurus, karena Da’wah wa tabligh adalah pekerjaan para nabi, para rosul, para anbiya, para wali. agama isalam ini tidak akan bisa tersebar keseluruh alam tanpa pengorbanan mereka untuk hijrah dan jihad dijalan Allah dan rosulnya, mereka berkorban untuk agama ini, iman itu bisa wujud bukan dengan ilmu, tapi dengan banyaknya korban harta dan jiwa untuk agama, makanya udah dibaca belum QS. At taubah ayat 20 s/d 24????Rosulullah SAW sendiri bersabda “sampaikan walau cuma satu ayat”, jadi untuk perkara da’wah wa tabligh bukan hanya perkara ilmu tapi yang lebih penting justru perkara iman. insya Allah kami dapat mengamalkannya hadist rosulullah ini melalui JT.
saya sendiripun tidak pernah menyesali pernah ikut salaf, tapi untungnya saya sejak kecil sudah belajar agama dari orang tua sendiri, yang tdk pernah sedikitpun diajarkan membid’ahkan orang sesama islam, apalagi menuduh sesat. bukankah kepada orang kafir saja kita diharuskan untuk memenuhi hak2nya, menghormatinya? sepanjang mereka tidak mengusir atau mengganggu kita (muslim)? apalagi kepada sesama Muslim?? makanya saya bisa tidak terbawa arus Salafi yang seperti ini, karena sudah punya Filter! survey membuktikan orang2 yang ikut salafi seperti anda, rata2 tidak belajar agama dari semenjak kecil, makanya mudah utk terpengaruh, merasa paling benar, merasa paling berilmu, sombong dan takabur.
ok boss, kebenaran hanya milik Allah, tugas kita adalah bagaimana agar supaya Agama ini wujud kepada diri setiap umat, karena tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW, ini tugas kita, apalagi anda semua merasa paling tahu dan paling berilmu, ini tanggung jawab kita sebagai manusia yang mengaku umatny. Wassalam
December 5th, 2009 at 5:02 pm
Mas…mas jenengan hadir mboten di ” PENGAJIAN AKBAR ” di MASJID AL-ANSHAR,KOMPLEKS MA’HAD AL-ANSHAR SUKOHARJO,NGAGLIK SLEMAN,JOGJAKARTA TEMA PENGAJIAN AKBAR : PERAN HAWA NAFSU DALAM PERPECAHAN UMMAT
December 6th, 2009 at 6:39 pm
Mas….mas nek pingin ngerti tenan woconen seng ngisi pengajian akbar neng http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1547
December 7th, 2009 at 1:54 pm
terima kasih akhirnya comen saya di publish lagi…… untuk menjawab pertanyaan anda silahkan kunjungu situs http://www.masbahak.com/2009/12/katakan-kita-salafi-bukan-aku-salafi.html
soal kafir mengkafirkan, maaf itu bukan ciri khas kami…..
December 7th, 2009 at 1:57 pm
astaghfirullah, kenapa antum menyebut orang muslim lainnya sebagai lulusan kebun binatang??? wala tal mizu bil alqob, bi’salismul fusuqu ba’dal iman….. bagaimana saya bisa percaya kredibilitas antum sebagai ahli ilmu kalau antum sendiri tak bisa menjaga adab2 sebagai orang yang berilmu????
December 7th, 2009 at 4:52 pm
Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)