<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pengakuan Seorang Mantan Jamaah Tabligh</title>
	<atom:link href="http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/</link>
	<description>Just another Salafy.ws weblog</description>
	<pubDate>Fri, 10 Sep 2010 01:25:22 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: rudi</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1302</link>
		<dc:creator>rudi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 09:52:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1302</guid>
		<description>Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya.” (HR. Muslim)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: katrok bangetz</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1300</link>
		<dc:creator>katrok bangetz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 06:57:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1300</guid>
		<description>astaghfirullah, kenapa antum menyebut orang muslim lainnya sebagai lulusan kebun binatang??? wala tal mizu bil alqob,  bi'salismul fusuqu ba'dal iman.....  bagaimana saya bisa percaya kredibilitas antum sebagai ahli ilmu kalau antum sendiri tak bisa menjaga adab2 sebagai orang yang berilmu????



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;abu salafy 01&#62;&#62;&lt;/strong&gt;

mengutip:
&lt;del datetime="00"&gt;&lt;del datetime="00"&gt;&lt;strong&gt;zainudin lc MA Says:
December 5th, 2009 at 1:11 am e

Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.&lt;/strong&gt;&lt;/del&gt;

&lt;strong&gt;Apa pantas seorang bergelar Lc bahkan MA mengatakan demikian??? Jangan salahkan ana, tanya sama teman antum itu, kenapa maki-maki orang seenak perut sendiri???&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>astaghfirullah, kenapa antum menyebut orang muslim lainnya sebagai lulusan kebun binatang??? wala tal mizu bil alqob,  bi&#8217;salismul fusuqu ba&#8217;dal iman&#8230;..  bagaimana saya bisa percaya kredibilitas antum sebagai ahli ilmu kalau antum sendiri tak bisa menjaga adab2 sebagai orang yang berilmu????</p>
<blockquote><p><strong>abu salafy 01&gt;&gt;</strong></p>
<p>mengutip:<br />
<del datetime="00"></del><del datetime="00"><strong>zainudin lc MA Says:<br />
December 5th, 2009 at 1:11 am e</p>
<p>Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.</strong></del></p>
<p><strong>Apa pantas seorang bergelar Lc bahkan MA mengatakan demikian??? Jangan salahkan ana, tanya sama teman antum itu, kenapa maki-maki orang seenak perut sendiri???</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: katrok bangetz</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1299</link>
		<dc:creator>katrok bangetz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 06:54:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1299</guid>
		<description>terima kasih akhirnya comen saya di publish lagi...... untuk menjawab pertanyaan anda silahkan kunjungu situs http://www.masbahak.com/2009/12/katakan-kita-salafi-bukan-aku-salafi.html

soal kafir mengkafirkan, maaf itu bukan ciri khas kami.....



&lt;blockquote&gt;
&lt;strong&gt;abu salafy 01&#62;&#62;

Siapakah yg ana kafirkan wahai JT, siapa??? kami cuma mengatakan, 
*) JANGANLAH KALIAN MELAKUKAN IBADAH YG RASULULLAH TIDAK PERNAH MENCONTOHKANNYA!!!
*) JANGANLAH KALIAN BERBUAT KE-SYIRIK-AN, YG DEMIKIAN ITU AKAN MEMBUAT ENGKAU MASUK NERAKA DAN AKAN KEKAL DIDALAMNYA KARENA MELAKUKAN KE-SYIRIK-AN AKBAR!!!
*)TOBATLAH KALIAN DENGAN TAUBATAN NASHUHA SELAGI UDARA MASIH BISA KALIAN HIRUP DENGAN TENANG!!!

Apakah yg demikian itu salah??? Apakah ana meng-kafir-kan kalian???

Baca ini brur biar nt faham:

http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/01/13/bahaya-mengkafirkan-sesama-muslim/
&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terima kasih akhirnya comen saya di publish lagi&#8230;&#8230; untuk menjawab pertanyaan anda silahkan kunjungu situs <a href="http://www.masbahak.com/2009/12/katakan-kita-salafi-bukan-aku-salafi.html" rel="nofollow">http://www.masbahak.com/2009/12/katakan-kita-salafi-bukan-aku-salafi.html</a></p>
<p>soal kafir mengkafirkan, maaf itu bukan ciri khas kami&#8230;..</p>
<blockquote><p>
<strong>abu salafy 01&gt;&gt;</p>
<p>Siapakah yg ana kafirkan wahai JT, siapa??? kami cuma mengatakan,<br />
*) JANGANLAH KALIAN MELAKUKAN IBADAH YG RASULULLAH TIDAK PERNAH MENCONTOHKANNYA!!!<br />
*) JANGANLAH KALIAN BERBUAT KE-SYIRIK-AN, YG DEMIKIAN ITU AKAN MEMBUAT ENGKAU MASUK NERAKA DAN AKAN KEKAL DIDALAMNYA KARENA MELAKUKAN KE-SYIRIK-AN AKBAR!!!<br />
*)TOBATLAH KALIAN DENGAN TAUBATAN NASHUHA SELAGI UDARA MASIH BISA KALIAN HIRUP DENGAN TENANG!!!</p>
<p>Apakah yg demikian itu salah??? Apakah ana meng-kafir-kan kalian???</p>
<p>Baca ini brur biar nt faham:</p>
<p><a href="http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/01/13/bahaya-mengkafirkan-sesama-muslim/" rel="nofollow">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/01/13/bahaya-mengkafirkan-sesama-muslim/</a><br />
</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wong dheso</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1292</link>
		<dc:creator>wong dheso</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 11:39:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1292</guid>
		<description>Mas....mas nek pingin ngerti tenan woconen seng ngisi pengajian akbar neng http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1547</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas&#8230;.mas nek pingin ngerti tenan woconen seng ngisi pengajian akbar neng <a href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1547" rel="nofollow">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1547</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wong dheso</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1286</link>
		<dc:creator>wong dheso</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 10:02:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1286</guid>
		<description>Mas...mas jenengan hadir mboten di " PENGAJIAN AKBAR " di MASJID AL-ANSHAR,KOMPLEKS MA'HAD AL-ANSHAR SUKOHARJO,NGAGLIK SLEMAN,JOGJAKARTA TEMA PENGAJIAN AKBAR : PERAN HAWA NAFSU DALAM PERPECAHAN UMMAT</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas&#8230;mas jenengan hadir mboten di &#8221; PENGAJIAN AKBAR &#8221; di MASJID AL-ANSHAR,KOMPLEKS MA&#8217;HAD AL-ANSHAR SUKOHARJO,NGAGLIK SLEMAN,JOGJAKARTA TEMA PENGAJIAN AKBAR : PERAN HAWA NAFSU DALAM PERPECAHAN UMMAT</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Muhammad Abdullah</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1284</link>
		<dc:creator>Muhammad Abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 06:28:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1284</guid>
		<description>Ustadz Salafi  01, 02, dst....
saya tidak pernah merasa bodoh telah memutuskan untuk ikut JT, justru saya malah merasa telah mendapatkan hidayah Allah, dan Insya Allah ini jalan yang benar, jalan yang lurus, karena Da'wah wa tabligh adalah pekerjaan para nabi, para rosul, para anbiya, para wali. agama isalam ini tidak akan bisa tersebar keseluruh alam tanpa pengorbanan mereka untuk hijrah dan jihad dijalan Allah dan rosulnya, mereka berkorban untuk agama ini, iman itu bisa wujud bukan dengan ilmu, tapi dengan banyaknya korban harta dan jiwa untuk agama, makanya udah dibaca belum QS. At taubah ayat 20 s/d 24????Rosulullah SAW sendiri bersabda "sampaikan walau cuma satu ayat", jadi untuk perkara da'wah wa tabligh bukan hanya perkara ilmu tapi yang lebih penting justru perkara iman. insya Allah kami dapat mengamalkannya hadist rosulullah ini melalui JT. 
saya sendiripun tidak pernah menyesali pernah ikut salaf, tapi untungnya saya sejak kecil sudah belajar agama dari orang tua sendiri, yang tdk pernah sedikitpun diajarkan membid'ahkan orang sesama islam, apalagi menuduh sesat. bukankah kepada orang kafir saja kita diharuskan untuk memenuhi hak2nya, menghormatinya? sepanjang mereka tidak mengusir atau mengganggu kita (muslim)? apalagi kepada sesama Muslim?? makanya saya bisa tidak terbawa arus Salafi yang seperti ini, karena sudah punya Filter! survey membuktikan orang2 yang ikut salafi seperti anda, rata2 tidak belajar agama dari semenjak kecil, makanya mudah utk terpengaruh, merasa paling benar, merasa paling berilmu, sombong dan takabur. 
ok boss, kebenaran hanya milik Allah, tugas kita adalah bagaimana agar supaya Agama ini wujud kepada diri setiap umat, karena tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW, ini tugas kita, apalagi anda semua merasa paling tahu dan paling berilmu, ini tanggung jawab kita sebagai manusia yang mengaku umatny. Wassalam


&lt;blockquote&gt;

&lt;strong&gt;abu salafy 01&#62;&#62;&lt;/strong&gt;

Ana mau tanya apa yg di-dakwah-kan oleh para nabi???

Apakah merka men-dakwah-kan manusia untuk shalat saja???

&lt;strong&gt;KETAHUILAH (BERILMULAH DAHULU) INTI DAKWAH PARA NABI IALAH DAKWAH TAUHID!!! 

http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/

http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/dakwah-salaf-dakwah-tauhid/
&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;



“TAUHID”: DAKWAHNYA PARA RASUL


Ustadz Muhammad Umar Assewed

Telah kita ketahui pada edisi yang lalu bahwa tauhid merupakan sebuah pohon di dalam hati yang cabangnya adalah amalan yang shalih dan buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ24تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُون َابراهيم: 24-25

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap saat dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk ma-nusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25)

Ilmu Tauhid ini merupakan dasar yang dibangun di atasnya amalan-amalan shalih. Maka tentu saja merupakan prioritas dakwah para nabi dan para rasul, termasuk nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Dakwah Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya adalah dakwah tauhid dan tidak pernah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam lepas daripadanya. Dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diawali dengan tauhid, diiringi dengan tauhid dan diakhiri pula dengan tauhid.
Diawali dengan ucapan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikisahkan oleh Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu ketika dia bersama rombongan dagang kaum Quraisy tiba di Romawi dan dipanggil oleh raja Heraklius. Sang raja bertanya tentang orang yang mengaku sebagai Nabi di Mekah. Di antara pertanyaannya adalah: “Apakah yang dia dakwahkan?” Abu Sufyan menjawab: “Dia berkata:

قُوْلُوْا لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ تُفْلِحُوْا ( رواه البخاري

“Ucapkanlah لا إله إلا الله kalian akan selamat.” (HR. Bukhari)

Dan dalam perjalanan dakwahnya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingatkan dengan tauhid. Setiap menyampaikan satu hukum atau perintah ibadah kepada umatnya senantiasa Beliau mengingatkan bahwa hal itu adalah ibadah kepada Allah yang harus diberikan kepada-Nya dengan ikhlas dan tidak boleh dicampur dengan tujuan-tujuan lain seperti riya’ atau kesyirikan-kesyirikan lainnya. Seperti ketika memerintahkan tentang ibadah shalat dan berqurban:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. الكوثر: 2

“Maka dirikanlah shalat untuk Rabb-mu dan berkurbanlah.” (al-Kautsar: 2)

Demikian pula setiap beliau berangkat bersama para shahabat berjihad, beliau selalu mengingatkan agar mereka jangan memakai jimat, kalung atau gelang-gelang tertentu untuk tolak bala dan kekebalan atau menggan-tung-gantungkan pedangnya di pohon tertentu untuk mencari kehebatan dan kekuatan.

Kita lihat pada satu riwayat, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu perjalanan jihad, Rasulullah bersabda kepada Ruwaifi’:

يَا رُوَيْفِعُ، لَعَلَّ الْحَيَاةَ تَطُوْلُ بِكَ، فَأَخْبِرِ النَّاسَ أَنَّ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ أَوْ تَقَلَّدَ وِتْرًا أَوِ اسْتَنْجِي بِرَجِيْعِ دَابَّةٍ اَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدًا بَرِيْئٌ مِنْهُ. (رواه أحمد عن رويفع

“Wahai Ruwaifi’, barangkali engkau akan menjalani kehidupan yang panjang. Kabarkanlah kepada manusia bahwa barangsiapa yang memintal jenggotnya, menggantungkan jimat, atau beristinja’ (bersuci) dengan kotoran hewan dan tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri darinya.” (HR. Ahmad dari Ruwaifi’)

Ini semua dalam rangka menjaga tauhid mereka dari noda-noda syirik.
Demikian pula di akhir kehidupan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam akan wafat, beliau berwasiat dengan tauhid.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ قَالَتْ فَلَوْلَا ذَاكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا . (متفق عليه

Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terkena sakit yang menyebabkan beliau tidak dapat bangun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Allah telah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka telah menjadikan kubur Nabi-nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Jika tidak karena itu tentu kuburan beliau akan ditempatkan (di Baqie’). Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam khawatir akan dijadikan sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan dalam riwayat lain dalam al-Muwattha’:
أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهُ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. (رواه مالك في الموطأ

“Ya Allah janganlah Engkau menjadikan kuburku berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Allah terhadap kaum yang menjadikan kuburan nabi-nabinya sebagai masjid.” (HR. Malik dalam Muwatha’)

Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memulai dak-wahnya dengan tauhid, mengiringi dengan tauhid dan mengakhirinya pula dengan tauhid. Dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mewasiatkan umatnya dengan tauhid.

Wasiat merupakan pesan terakhir dalam kehidupan seseorang. Tentunya yang akan disampaikan adalah perkara yang paling uta-ma dan paling penting. Karena ia tidak akan sempat lagi menyampaikan sesuatu apapun setelah itu. Maka disinilah terlihat apa yang dianggap paling penting oleh seseorang dalam hidupnya. Sebagian manusia mewasiatkan tentang hartanya. Sebagian lainnya mewasiatkan untuk menjaga keluarga-keluarganya. Sebagian lainnya ada yang mewasiatkan dengan perusahaannya, karena itulah yang terpenting dalam kehidupan mereka.

Adapun wasiat para nabi adalah tauhid, yang menunjukkan bahwa yang paling penting bagi mereka adalah tauhid. Allah Azza Wa Jalla berfirman:

وَوَصَّى بِهَآ إِبْرَاهِمُْ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. البقرة: 132

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’-qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kalian mati kecuali dalam (keadaan) Islam.” (al-Baqarah: 132)

Berkata Ibnu Katsier dalam tafsirnya bahwa makna islam adalah pasrah dan berserah diri dengan beribadah hanya kepada Allah saja.

Demikian pula wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, diawali dengan tauhid:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ. لقمان: 13

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata ke-pada anaknya, di waktu ia memberi pela-jaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguh-nya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (Luqman: 13)

Yang demikian karena para nabi seluruhnya mementingkan dan mengutamakan tauhid. Bahkan inti dakwah mereka adalah tauhid. Yaitu memerintahkan kepada kaumnya agar beribadah kepada Allah saja.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ…. النحل: 36

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu….” (an-Nahl: 36)

Allah menjelaskan dakwah para rasul-Nya dengan rinci pada berbagai firman-Nya, di antaranya tentang nabi Nuh alaihis sallam:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ. المؤمنون: 23

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah (karena) sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (al-Mu’minun: 23)

Kemudian nabi Ibrahim, bapak para nabi alaihis sallam:

وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. العنكبوت: 16

“Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Beribadahlah kepada Allah dan bertaqwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (al-Ankabut: 16)

Sedangkan tentang nabi Isa alaihis salam Allah berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَار. المائدة: 72

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al- Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, ber-ibadahlah kepada Allah Rabb-ku dan Rabb-mu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (al-Maidah: 72)

Dan tentang Nabi Hud alaihis sallam Allah berfirman:

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ. الأعراف: 65

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak ber-taqwa kepada-Nya ?” (al-A’raaf: 65)

Tentang Nabi Shalih diterangkan dalam ayat-Nya:

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ. الأعراف: 73

“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang buk-ti yang nyata kepadamu dari Rabb-mu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-A’raaf: 73)

Dan Nabi Syu’aib Allah kisahkan juga dengan ucapan yang sama, yaitu:

“Beribadahlah kepada Allah dan tidak ada bagi kalian sesembahan kecuali Dia”.

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. الأعراف: 85

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabb-mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah Rabb-mu memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (al-A’raaf: 85)

Demikianlah kenyataan dakwah para nabi di dalam sejarah mereka yang dise-butkan dalam al-Qur’an maupun dalam hadits yang shahih. Inti dakwah mereka adalah tauhid. Hal ini tidak seperti apa yang ditafsirkan oleh para politikus yang mengesankan bahwa dakwah para nabi adalah dakwah politik. Seperti pertikaian nabi Ibrahim dengan Raja Namrud, nabi Musa dengan raja Fir’aun dan lain-lainnya. Mereka mengesankan bahwa perjuangan para nabi tersebut adalah perjuangan pemberontakan dan perebutan kekuasaan. Seperti dalam buku yang ditulis oleh muhammad Surur bin Naif Zaenal Abidin “Minhaj al-Anbiyaa’ fi ad-Da’wati ilallah”. Namun alhamdulillah buku tersebut sudah dibantah oleh Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dalam buku beliau “Manhaj al-Anbiyaa’ fi da’wati ilallah fiihi al-Hikmah wal ‘Aql” (Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah, di dalamnya ada hikmah dan akal)” dan juga karya Syaikh Ahmad Salam dalam tulisannya yang berjudul “Nadharaat fii Kitab “Minhajul Anbiya’ fi ad-Dakwati Ilallah”” (Koreksi Ulang terhadap kitab “Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah)”

Oleh karena itu sudah sepantasnya dakwah para rasul tersebut dijadikan sebagai teladan bagi seluruh dakwah-dakwah kaum muslimin yakni memulainya dari tauhid dan terus mengingatkan dengan tauhid. Karena semua dakwah yang tidak dimulai dengan tauhid dan tidak mementingkan tauhid selalu berakhir dengan penyimpangan dan kesesatan.

Akan tetapi mengapa kaum muslimin harus tersinggung ketika diajarkan kepada mereka makna &lt;strong&gt;لا إله إلا الله&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Mengapa mereka harus marah ketika disampaikan bahaya kesyirikan-kesyirikan seperti tawasul kepada orang-orang yang sudah mati, jimat-jimat, perdukunan-perdukunan, atau mencari berkah di kuburan walisongo atau kuburan-kuburan lainnya, mencari jodoh di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti sumur tujuh, gunung kemukus dan lain-lainnya? Mereka selalu melecehkan dakwah tauhid dengan menjulukinya wahabi, tekstual, kaku, membuat perpecahan dan lain-lain. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.

Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan seluruh kaum muslimin kepada tauhid dan sunnah. Dan semoga hati-hati kita ditetapkan di atasnya sampai hari kiamat, amien.

Sumber Penukilan:
http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/&lt;/strong&gt;
&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz Salafi  01, 02, dst&#8230;.<br />
saya tidak pernah merasa bodoh telah memutuskan untuk ikut JT, justru saya malah merasa telah mendapatkan hidayah Allah, dan Insya Allah ini jalan yang benar, jalan yang lurus, karena Da&#8217;wah wa tabligh adalah pekerjaan para nabi, para rosul, para anbiya, para wali. agama isalam ini tidak akan bisa tersebar keseluruh alam tanpa pengorbanan mereka untuk hijrah dan jihad dijalan Allah dan rosulnya, mereka berkorban untuk agama ini, iman itu bisa wujud bukan dengan ilmu, tapi dengan banyaknya korban harta dan jiwa untuk agama, makanya udah dibaca belum QS. At taubah ayat 20 s/d 24????Rosulullah SAW sendiri bersabda &#8220;sampaikan walau cuma satu ayat&#8221;, jadi untuk perkara da&#8217;wah wa tabligh bukan hanya perkara ilmu tapi yang lebih penting justru perkara iman. insya Allah kami dapat mengamalkannya hadist rosulullah ini melalui JT.<br />
saya sendiripun tidak pernah menyesali pernah ikut salaf, tapi untungnya saya sejak kecil sudah belajar agama dari orang tua sendiri, yang tdk pernah sedikitpun diajarkan membid&#8217;ahkan orang sesama islam, apalagi menuduh sesat. bukankah kepada orang kafir saja kita diharuskan untuk memenuhi hak2nya, menghormatinya? sepanjang mereka tidak mengusir atau mengganggu kita (muslim)? apalagi kepada sesama Muslim?? makanya saya bisa tidak terbawa arus Salafi yang seperti ini, karena sudah punya Filter! survey membuktikan orang2 yang ikut salafi seperti anda, rata2 tidak belajar agama dari semenjak kecil, makanya mudah utk terpengaruh, merasa paling benar, merasa paling berilmu, sombong dan takabur.<br />
ok boss, kebenaran hanya milik Allah, tugas kita adalah bagaimana agar supaya Agama ini wujud kepada diri setiap umat, karena tidak ada lagi nabi setelah Muhammad SAW, ini tugas kita, apalagi anda semua merasa paling tahu dan paling berilmu, ini tanggung jawab kita sebagai manusia yang mengaku umatny. Wassalam</p>
<blockquote>
<p><strong>abu salafy 01&gt;&gt;</strong></p>
<p>Ana mau tanya apa yg di-dakwah-kan oleh para nabi???</p>
<p>Apakah merka men-dakwah-kan manusia untuk shalat saja???</p>
<p><strong>KETAHUILAH (BERILMULAH DAHULU) INTI DAKWAH PARA NABI IALAH DAKWAH TAUHID!!! </p>
<p><a href="http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/" rel="nofollow">http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/</a></p>
<p><a href="http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/dakwah-salaf-dakwah-tauhid/" rel="nofollow">http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/dakwah-salaf-dakwah-tauhid/</a><br />
</strong><strong></p>
<p>“TAUHID”: DAKWAHNYA PARA RASUL</p>
<p>Ustadz Muhammad Umar Assewed</p>
<p>Telah kita ketahui pada edisi yang lalu bahwa tauhid merupakan sebuah pohon di dalam hati yang cabangnya adalah amalan yang shalih dan buahnya adalah kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.</p>
<p>أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ24تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُون َابراهيم: 24-25</p>
<p>“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap saat dengan seizin Rabb-nya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk ma-nusia supaya mereka selalu ingat.” (Ibrahim: 24-25)</p>
<p>Ilmu Tauhid ini merupakan dasar yang dibangun di atasnya amalan-amalan shalih. Maka tentu saja merupakan prioritas dakwah para nabi dan para rasul, termasuk nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Dakwah Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya adalah dakwah tauhid dan tidak pernah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam lepas daripadanya. Dakwah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam diawali dengan tauhid, diiringi dengan tauhid dan diakhiri pula dengan tauhid.<br />
Diawali dengan ucapan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana dikisahkan oleh Abu Sufyan radhiallahu ‘anhu ketika dia bersama rombongan dagang kaum Quraisy tiba di Romawi dan dipanggil oleh raja Heraklius. Sang raja bertanya tentang orang yang mengaku sebagai Nabi di Mekah. Di antara pertanyaannya adalah: “Apakah yang dia dakwahkan?” Abu Sufyan menjawab: “Dia berkata:</p>
<p>قُوْلُوْا لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ تُفْلِحُوْا ( رواه البخاري</p>
<p>“Ucapkanlah لا إله إلا الله kalian akan selamat.” (HR. Bukhari)</p>
<p>Dan dalam perjalanan dakwahnya beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam selalu mengingatkan dengan tauhid. Setiap menyampaikan satu hukum atau perintah ibadah kepada umatnya senantiasa Beliau mengingatkan bahwa hal itu adalah ibadah kepada Allah yang harus diberikan kepada-Nya dengan ikhlas dan tidak boleh dicampur dengan tujuan-tujuan lain seperti riya’ atau kesyirikan-kesyirikan lainnya. Seperti ketika memerintahkan tentang ibadah shalat dan berqurban:</p>
<p>فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ. الكوثر: 2</p>
<p>“Maka dirikanlah shalat untuk Rabb-mu dan berkurbanlah.” (al-Kautsar: 2)</p>
<p>Demikian pula setiap beliau berangkat bersama para shahabat berjihad, beliau selalu mengingatkan agar mereka jangan memakai jimat, kalung atau gelang-gelang tertentu untuk tolak bala dan kekebalan atau menggan-tung-gantungkan pedangnya di pohon tertentu untuk mencari kehebatan dan kekuatan.</p>
<p>Kita lihat pada satu riwayat, ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu perjalanan jihad, Rasulullah bersabda kepada Ruwaifi’:</p>
<p>يَا رُوَيْفِعُ، لَعَلَّ الْحَيَاةَ تَطُوْلُ بِكَ، فَأَخْبِرِ النَّاسَ أَنَّ مَنْ عَقَدَ لِحْيَتَهُ أَوْ تَقَلَّدَ وِتْرًا أَوِ اسْتَنْجِي بِرَجِيْعِ دَابَّةٍ اَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدًا بَرِيْئٌ مِنْهُ. (رواه أحمد عن رويفع</p>
<p>“Wahai Ruwaifi’, barangkali engkau akan menjalani kehidupan yang panjang. Kabarkanlah kepada manusia bahwa barangsiapa yang memintal jenggotnya, menggantungkan jimat, atau beristinja’ (bersuci) dengan kotoran hewan dan tulang, maka sesungguhnya Muhammad berlepas diri darinya.” (HR. Ahmad dari Ruwaifi’)</p>
<p>Ini semua dalam rangka menjaga tauhid mereka dari noda-noda syirik.<br />
Demikian pula di akhir kehidupan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam akan wafat, beliau berwasiat dengan tauhid.<br />
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي لَمْ يَقُمْ مِنْهُ لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ قَالَتْ فَلَوْلَا ذَاكَ أُبْرِزَ قَبْرُهُ غَيْرَ أَنَّهُ خُشِيَ أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا . (متفق عليه</p>
<p>Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam terkena sakit yang menyebabkan beliau tidak dapat bangun. Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallambersabda: “Allah telah mengutuk orang-orang Yahudi dan Nasrani karena mereka telah menjadikan kubur Nabi-nabi mereka sebagai masjid”. Aisyah radhiallahu ‘anha berkata: “Jika tidak karena itu tentu kuburan beliau akan ditempatkan (di Baqie’). Namun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam khawatir akan dijadikan sebagai masjid.” (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dan dalam riwayat lain dalam al-Muwattha’:<br />
أَللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ قَبْرِيْ وَثَنًا يُعْبَدُ اشْتَدَّ غَضَبُ اللهُ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوْا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ. (رواه مالك في الموطأ</p>
<p>“Ya Allah janganlah Engkau menjadikan kuburku berhala yang disembah. Sungguh besar kemurkaan Allah terhadap kaum yang menjadikan kuburan nabi-nabinya sebagai masjid.” (HR. Malik dalam Muwatha’)</p>
<p>Demikianlah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memulai dak-wahnya dengan tauhid, mengiringi dengan tauhid dan mengakhirinya pula dengan tauhid. Dan beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mewasiatkan umatnya dengan tauhid.</p>
<p>Wasiat merupakan pesan terakhir dalam kehidupan seseorang. Tentunya yang akan disampaikan adalah perkara yang paling uta-ma dan paling penting. Karena ia tidak akan sempat lagi menyampaikan sesuatu apapun setelah itu. Maka disinilah terlihat apa yang dianggap paling penting oleh seseorang dalam hidupnya. Sebagian manusia mewasiatkan tentang hartanya. Sebagian lainnya mewasiatkan untuk menjaga keluarga-keluarganya. Sebagian lainnya ada yang mewasiatkan dengan perusahaannya, karena itulah yang terpenting dalam kehidupan mereka.</p>
<p>Adapun wasiat para nabi adalah tauhid, yang menunjukkan bahwa yang paling penting bagi mereka adalah tauhid. Allah Azza Wa Jalla berfirman:</p>
<p>وَوَصَّى بِهَآ إِبْرَاهِمُْ بَنِيْهِ وَيَعْقُوْبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّيْنَ فَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. البقرة: 132</p>
<p>“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’-qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kalian mati kecuali dalam (keadaan) Islam.” (al-Baqarah: 132)</p>
<p>Berkata Ibnu Katsier dalam tafsirnya bahwa makna islam adalah pasrah dan berserah diri dengan beribadah hanya kepada Allah saja.</p>
<p>Demikian pula wasiat Luqman al-Hakim kepada anaknya, diawali dengan tauhid:</p>
<p>وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لاَ تُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ. لقمان: 13</p>
<p>“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata ke-pada anaknya, di waktu ia memberi pela-jaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguh-nya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (Luqman: 13)</p>
<p>Yang demikian karena para nabi seluruhnya mementingkan dan mengutamakan tauhid. Bahkan inti dakwah mereka adalah tauhid. Yaitu memerintahkan kepada kaumnya agar beribadah kepada Allah saja.</p>
<p>وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ…. النحل: 36</p>
<p>“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus para rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Beribadahlah kepada Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu….” (an-Nahl: 36)</p>
<p>Allah menjelaskan dakwah para rasul-Nya dengan rinci pada berbagai firman-Nya, di antaranya tentang nabi Nuh alaihis sallam:</p>
<p>وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ. المؤمنون: 23</p>
<p>“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah (karena) sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?” (al-Mu’minun: 23)</p>
<p>Kemudian nabi Ibrahim, bapak para nabi alaihis sallam:</p>
<p>وَإِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاتَّقُوهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ. العنكبوت: 16</p>
<p>“Dan (ingatlah) Ibrahim, ketika ia berkata kepada kaumnya: “Beribadahlah kepada Allah dan bertaqwalah kepada-Nya. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (al-Ankabut: 16)</p>
<p>Sedangkan tentang nabi Isa alaihis salam Allah berfirman:</p>
<p>لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَار. المائدة: 72</p>
<p>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al- Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, ber-ibadahlah kepada Allah Rabb-ku dan Rabb-mu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (al-Maidah: 72)</p>
<p>Dan tentang Nabi Hud alaihis sallam Allah berfirman:</p>
<p>وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلَا تَتَّقُونَ. الأعراف: 65</p>
<p>“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum ‘Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak ber-taqwa kepada-Nya ?” (al-A’raaf: 65)</p>
<p>Tentang Nabi Shalih diterangkan dalam ayat-Nya:</p>
<p>وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ. الأعراف: 73</p>
<p>“Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang buk-ti yang nyata kepadamu dari Rabb-mu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih.” (al-A’raaf: 73)</p>
<p>Dan Nabi Syu’aib Allah kisahkan juga dengan ucapan yang sama, yaitu:</p>
<p>“Beribadahlah kepada Allah dan tidak ada bagi kalian sesembahan kecuali Dia”.</p>
<p>وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَاقَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ. الأعراف: 85</p>
<p>“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: “Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, sekali-kali tidak ada sesembahan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Rabb-mu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah Rabb-mu memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (al-A’raaf: 85)</p>
<p>Demikianlah kenyataan dakwah para nabi di dalam sejarah mereka yang dise-butkan dalam al-Qur’an maupun dalam hadits yang shahih. Inti dakwah mereka adalah tauhid. Hal ini tidak seperti apa yang ditafsirkan oleh para politikus yang mengesankan bahwa dakwah para nabi adalah dakwah politik. Seperti pertikaian nabi Ibrahim dengan Raja Namrud, nabi Musa dengan raja Fir’aun dan lain-lainnya. Mereka mengesankan bahwa perjuangan para nabi tersebut adalah perjuangan pemberontakan dan perebutan kekuasaan. Seperti dalam buku yang ditulis oleh muhammad Surur bin Naif Zaenal Abidin “Minhaj al-Anbiyaa’ fi ad-Da’wati ilallah”. Namun alhamdulillah buku tersebut sudah dibantah oleh Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dalam buku beliau “Manhaj al-Anbiyaa’ fi da’wati ilallah fiihi al-Hikmah wal ‘Aql” (Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah, di dalamnya ada hikmah dan akal)” dan juga karya Syaikh Ahmad Salam dalam tulisannya yang berjudul “Nadharaat fii Kitab “Minhajul Anbiya’ fi ad-Dakwati Ilallah”” (Koreksi Ulang terhadap kitab “Manhaj Para Nabi Dalam Berdakwah Kepada Allah)”</p>
<p>Oleh karena itu sudah sepantasnya dakwah para rasul tersebut dijadikan sebagai teladan bagi seluruh dakwah-dakwah kaum muslimin yakni memulainya dari tauhid dan terus mengingatkan dengan tauhid. Karena semua dakwah yang tidak dimulai dengan tauhid dan tidak mementingkan tauhid selalu berakhir dengan penyimpangan dan kesesatan.</p>
<p>Akan tetapi mengapa kaum muslimin harus tersinggung ketika diajarkan kepada mereka makna </strong><strong>لا إله إلا الله</strong> <strong>Mengapa mereka harus marah ketika disampaikan bahaya kesyirikan-kesyirikan seperti tawasul kepada orang-orang yang sudah mati, jimat-jimat, perdukunan-perdukunan, atau mencari berkah di kuburan walisongo atau kuburan-kuburan lainnya, mencari jodoh di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti sumur tujuh, gunung kemukus dan lain-lainnya? Mereka selalu melecehkan dakwah tauhid dengan menjulukinya wahabi, tekstual, kaku, membuat perpecahan dan lain-lain. Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.</p>
<p>Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita dan seluruh kaum muslimin kepada tauhid dan sunnah. Dan semoga hati-hati kita ditetapkan di atasnya sampai hari kiamat, amien.</p>
<p>Sumber Penukilan:<br />
<a href="http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/" rel="nofollow">http://firqatunnajiyah.wordpress.com/2009/02/04/%E2%80%9Ctauhid%E2%80%9D-dakwahnya-para-rasul/</a></strong>
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibrohim</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1282</link>
		<dc:creator>ibrohim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:40:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1282</guid>
		<description>Asslm..............
wahai saudara ku nggak capek kalian saling menyalahkan.
ini namanya bukan debat tapi saling menghujat.
sadarilah saudaraku orang kafir menertawakan kita apabila membaca blog ini.
dengan mudahnya org kafir mencincang kita.
ingat saudaraku kita ini umat rasululloh saw,pernahkah rasululloh mengajarkan seperti ini????
cpt2 minta apun sama Alloh&#38;minta maaf lah kepada saudara2 kita yang kita hujah dengan tdk baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Asslm&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
wahai saudara ku nggak capek kalian saling menyalahkan.<br />
ini namanya bukan debat tapi saling menghujat.<br />
sadarilah saudaraku orang kafir menertawakan kita apabila membaca blog ini.<br />
dengan mudahnya org kafir mencincang kita.<br />
ingat saudaraku kita ini umat rasululloh saw,pernahkah rasululloh mengajarkan seperti ini????<br />
cpt2 minta apun sama Alloh&amp;minta maaf lah kepada saudara2 kita yang kita hujah dengan tdk baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ibrohim</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1281</link>
		<dc:creator>ibrohim</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Dec 2009 02:35:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1281</guid>
		<description>masya Alloh.bagus ya kita umat muslim saling menghujat,tau ngak kalian org kafir mengejek kalian.
kalian harus pahami itu???
kalau begini umat nabi,bagaimana mau dapat hidayah,malah jadi penghambat hidayah buat org lain.
kita harus bertanggung jawab itu kpd Alloh.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>masya Alloh.bagus ya kita umat muslim saling menghujat,tau ngak kalian org kafir mengejek kalian.<br />
kalian harus pahami itu???<br />
kalau begini umat nabi,bagaimana mau dapat hidayah,malah jadi penghambat hidayah buat org lain.<br />
kita harus bertanggung jawab itu kpd Alloh.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zainudin lc MA</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1277</link>
		<dc:creator>zainudin lc MA</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 18:11:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1277</guid>
		<description>Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.




&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;abu salafy 01&#62;&#62;

Ini adalah contoh JT yg lulusan KEBON BINATANG!!! 

Lc dan MA nya nyomot dimana ya???&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ustadz salapi anjing semua bisanya gonggong aja.</p>
<blockquote><p><strong>abu salafy 01&gt;&gt;</p>
<p>Ini adalah contoh JT yg lulusan KEBON BINATANG!!! </p>
<p>Lc dan MA nya nyomot dimana ya???</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rudi</title>
		<link>http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/#comment-1275</link>
		<dc:creator>rudi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 06:23:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/?p=350#comment-1275</guid>
		<description>kita emang seharusnya kembali ke ajaran salaf yang meninggalkan apa yang tidak diajarkan oleh rasululloh, banyak kita lihat cara-cara beribadah yang tidak dilakukan rasululloh saw. contohnya mimbar masjid pada jaman nabi saw yang tidak terhalang sehingga terlihat tubuh nabi saw ketika khotbah, sehingga mimbar yang tidak sama seperti itu jelas bid'ah (ya kan mas abu salafy), nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat (ya kan mas abu salafy), contoh diatas adalah sesuatu yang di ada-adakan sehingga sesuai dengan pemahaman kita kaum salafi yang benar-benar meninggalkan apa yang tidak dilakukan nabi saw...hidup salafi.



&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;
abu salafy 01&#62;&#62;

Mengutip:

&lt;del datetime="00"&gt;nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat&lt;/del&gt;

JT yg ini bicara tanpa ilmu, nggak bisa membedakan antara tasyabbuh (meniru orang kafir) dengan bid'ah!!! 

Belajar lagi ya??? Baru coment!!!&lt;/strong&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kita emang seharusnya kembali ke ajaran salaf yang meninggalkan apa yang tidak diajarkan oleh rasululloh, banyak kita lihat cara-cara beribadah yang tidak dilakukan rasululloh saw. contohnya mimbar masjid pada jaman nabi saw yang tidak terhalang sehingga terlihat tubuh nabi saw ketika khotbah, sehingga mimbar yang tidak sama seperti itu jelas bid&#8217;ah (ya kan mas abu salafy), nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat (ya kan mas abu salafy), contoh diatas adalah sesuatu yang di ada-adakan sehingga sesuai dengan pemahaman kita kaum salafi yang benar-benar meninggalkan apa yang tidak dilakukan nabi saw&#8230;hidup salafi.</p>
<blockquote><p><strong><br />
abu salafy 01&gt;&gt;</p>
<p>Mengutip:</p>
<p><del datetime="00">nabi tidak mengajarkan sholat menggunakan celana, maka sholat yang menggunakan celana bid;ah dan sesat</del></p>
<p>JT yg ini bicara tanpa ilmu, nggak bisa membedakan antara tasyabbuh (meniru orang kafir) dengan bid&#8217;ah!!! </p>
<p>Belajar lagi ya??? Baru coment!!!</strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
